Kasus Penyebaran Norovirus Yang Mengkhawatirkan di Wilayah Amerika Serikat

Norovirus adalah virus yang menyerang alat pencernaan menyebabkan infeksi dan mengakibatkan penderita muntah, diare dan sakit perut. Norovirus menyebar dengan mudah, hanya dengan kontak tangan, benda, tinja ataupun bekas muntahan ( cross contamination ) dari seorang penderita. Sangat rawan sekali penyakit ini menular ditempat-tempat keramaian yang tertutup seperti sekolah, hotel, restauran, kapal pesiar dan lain- lain. Tidak ada vaksin untuk norovirus, hanya saja penderita serangan norovirus sebaiknya dikarantina agar tidak menulari orang lain. Berikut ulasan mengenai Norovirus serta kasus- kasus yang pernah terjadi sepanjang tahun ini.

Gejala Norovirus
Terkadang orang juga menyebut norovirus karena disebabkan keracunan makanan. Gejala infeksi norovirus biasanya termasuk diare, muntah, mual, dan kram perut,  gejala yang kurang umum mungkin demam ringan, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Walaupun serangan norovirus ini sebenarnya tidak terlalu serius akan tetapi bisa jadi sangat berbahaya bila terkena pada anak-anak atau orang yang mempunyai riwayat kondisi kesehatan yang kurang. Gejala terparah mungkin mereka akan terkena dehidrasi ataupun menyebabkan kematian. Untuk mengatasinya diperlukan infus cairan dalam jumlah yang cukup.Untungnya, walaupun gejala yang diderita cukup berat, penyakit ini akan sembuh sendiri dan gejala biasanya membaik setelah satu atau dua hari.Sampai saat ini, pengobatan flu lambung belum ditemukan. Belum ada antivirus yang dapat mengatasi norovirus dan belum ada vaksin yang dapat mencegah timbulnya norovirus. Antibiotik biasanya tidak berguna, karena antibiotik hanya dapat membunuh bakteri, bukan virus. Oleh karena itu, pengobatan hanya ditujukan pada gejala yang timbul, yaitu untuk mengatasi muntah, diare, sakit kepala, dan kekurangan cairan.

Pencegahan Norovirus

Untuk food handlers,
1. Mencuci tangan
Biasakanlah mencuci tangan dengan air dan sabun, gel anti kuman untuk mengurangi resiko tangan kita yang kotor karena mungkin memegang benda atau orang yang rawan terkontaminasi sebelum bersentuhan dengan makanan.
2. Jaga kebersihaan makanan
Cucilah makanan yang akan kita konsumsi seperti buah, sayuran, ikan etc. Biasakan memakai klip/ penjepit atau sarung tangan plastik untuk memegang ready to serve food untuk mengurangi resiko kontaminasi. Bagi food handler makanan yang sedang sakit lebih baik tidak perlu bekerja dan berhubungan dengan makanan terlebih dulu.
3. Jaga kebersihan tempat
Biasakanlah mencuci peralatan dan tempat pengolahan makanan dengan disinfektan atau chlorine untuk membunuh kuman untuk mengurangi resiko bakteri  berkembangbiak.
4. Pakaian bersih
Selalu mengganti dan menggunakan pakaian yang bersih agar tidak mudah bakteri tinggal dan berkembangbiak dibaju kita yang kotor baik terkena makanan atau yang telah terkontaminasi dengan penderita.

Kasus- kasus serangan Norovirus

1. 80 puluh siswa di Boston College sakit setelah makan di restoran Chipotle, US
Delapan puluh siswa Boston College siswa jatuh sakit setelah makan di restoran Chipotle Mexican Grill pekan terakhir ini, dan hasil tes awal menunjukan disebabkan oleh Norovirus. Untuk sementara restoran Chipotle ditutup atas laporan Boston College. Sedangkan para siswa sedang diuji adakah bakteri E. Coli dan Norovirus dalam tubuh mereka yang menyebabkan muntah dan diare. Chipotle mengatakan pihaknya tidak akan rana setiap outlet lain di wilayah Boston. Norovirus adalah penyebab paling umum dari wabah bawaan makanan penyakit di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan sebanyak 21 juta per tahun penyakit, umumnya ditularkan di tempat-tempat seperti rumah sakit, kapal pesiar dan universitas di mana orang makan dan hidup dalam jarak dekat.

2. Ratusan Orang Terserang Norovirus di Nevada
4 Oktober 2015, Norovirus mewabah di 11 sekolah di Nevada Utara. Ratusan anak dan beberapa guru yang terkena wabah. Pihak kesehatan daerah Washoe mengatakan, wabah pertama kali hadir pada 16 September di sebuah sekolah dasar Reno. Di mana 150 siswa dan 11 anggota staf dilaporkan mengalami gejala-gejala wabah norovirus, termasuk mual, muntah, diare dan kram perut. Virus menyebar ke sembilan sekolah
dasar, sekolah tinggi dan beberapa pusat penitipan anak. Sejauh ini, tidak ada yang meninggal atau dirawat di rumah sakit akibat wabah. Namun, jumlah dari kuantitas yang pertama jauh meningkat. Setidaknya, hampir 400 orang anak sekolah dasar telah terkena virus. Bakteri dan virus dapat disebar dari udara. Memasuki tubuh melalui mulut. Pihak kesehatan memberikan peringatan kepada mereka yang terkena wabah agar tetap tinggal di rumah minimal 72 jam sampai gejala mereda. Sekolah juga diminta benar-benar menjaga kesehatannya. Sarana sanitasi harus radius 25 kaki dari
aktivitas belajar-mengajar.

3. Norovirus Serang Sekolah Katolik O’Hara di Portland, Oregon, AS, usai Pesta Halloween.
Lebih 100 siswa, guru, dan, staf Sekolah Katolik O’Hara di Portland, Oregon, AS, diduga terserang virus norovirus usai pesta labu ukir dalam perayaan Halloween, pada Rabu (4/11/2015). Pejabat Kesehatan Masyarakat mengatakan tidak bisa memastikan penyebab wabah yang memaksa sekolah itu diliburkan tiga hari. “Pengujian menunjukkan setidaknya 10 siswa yang menghadiri acara dan mengenakan labu besar yang dipahat ke dalam kepalanya terinfeksi virus,” ujar Jason Davis, juru bicara Lane County Public Health. “Virus juga menyebar dan menjangkiti staf sekolah yang hadir di pertemuan lainnya,” kata Davis. Davis menambahkan norovirus memiliki umur panjang, menyebar dari orang yang terinfeksi, lewat makanan atau air yang terkontaminasi, atau melalui saling sentuh bagian terkontaminasi. Misal, siswa yang tidak mencuci tangan bisa menularkan virus kepada orang lain dengan menyentuhkan tangan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, virus menyebabkan peradangan pada perut atau usus, atau keduanya — biasa disebut gastroenteritis akut, yang menyebabkan sakit perut, mual, dan diare. Norovirus merupakan penyebab paling umum dari wabah bawaan penyakit yang disebabkan makanan dan gastroenteritis akut di AS. Penyakit itu menyerang menyebabkan 19-21 juta orang, dengan kematian 570-800 setiap tahun. Akibat itu Sekolah Katolik O’Hara diliburkan, petugas kebersihan menyemprotkan klorin di bawah pengawasan para ahli kesehatan lingkungan, sebelum Siswa diizinkan kembali ke kelas.

Saat situasi pergantian musim seperti ini, kita harus lebih teliti dalam menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan. Karena, saat- saat seperti ini sangat rentan penyebaran virus dan bakteri. Akibatnya banyak penyakit yang timbul, oleh sebab itu periksalah ke dokter jika sudah mengalami gejala- gejala yang sudah dijelaskan diatas.