Sederet Kabar Usai Pilkada Serentak 2015

Seusai Pemilihan Kepala Daerah Serentak yang dilaksanakan pada 9 Desember 2015 kini telah muncul beberapa kabar mengenai calon kepala daerah dengan perhitungan cepat yang bersifat sementara dan tanggapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai Pilkada Serentak. Berikut kabar usai pilkada diberbagai daerah dan tanggapan KPU :

1. Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey-Steven Kandouw menurut hasil quick count dari berbagai lembaga survei unggul dalam perolehan suara Pilgub Sulut 2015. Keunggulan kader PDI Perjuangan berpasangan dengan Steven Kandouw itu cukup signifikan, yakni di atas 50 persen. Mendapat suara signifikan dan dinyatakan unggul, Olly pun langsung menggelar victory speech di kediamannya di Desa Kolongan, Minahasa Utara. Olly mengatakan dalam victory speechnya itu bahwa pidato tersebut sudah lama ia rancang karena Olly sudah yakin pasti menang. Keberhasilannya kali ini, kata Olly, ibaratnya menuai hasil panen. Olly memastikan kemenangan sudah ia raih. “Hasil quick count tidak mungkin berbeda jauh dengan hasil KPU, apalagi kita unggul jauh,” kata Olly. Olly mengatakan tugas pertamanya adalah merangkul para lawan politik serta pihak berseberangan. Dia ingin memulai dengan kedamaian. “Saya ingin semua berperan dalam pembangunan,” kata dia. Salah satu gebrakan revolusioner yang dijanjikan Olly adalah memasukkan semangat Trisakti serta Nawacita dalam APBD. Postur APBD yang demikian, sebutnya, lebih pro rakyat. “Kepentingan rakyat kecil akan lebih diperhatikan,” kata dia. Olly pun mengaku sudah mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri serta Sekretaris Kabinet, Pramono Anung yang merupakan kader PDI Perjuangan.

2. Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta masyarakat khususnya para pendukung pasangan calon untuk menunggu hasil resmi. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan hitung cepat tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk hasil Pilkada serentak. “Itu kan hasil quick count hasil prediksi berdasarkan metodologi di beberapa TPS sampel aja, hasil betulannya ya tunggu saja, supaya masyarakat nggak salah paham,” ujar Hadar. Menurutnya, proses Pilkada belum dapat dikatakan selesai seluruhnya meskipun waktu pemungutan suara telah dilakukan. Saat ini proses rekapitalulasi sendiri baru hari pertama dilakukan di tingkat kecamatan yakni 10-16 Desember, kemudian di tingkat Kabupaten/Kota 16-18 Desember dan Provinsi 18 -19 Desember. Selanjutnya proses penetapan hasil di tingkat Kabupaten/Kota 18 Desember dan Provinsi 19 Desember. “Selesai itu kalau sudah melantik itu baru selesai, tapi kami menilai proses yang berjalan ini sudah sesuai harapan, meskipun ada kekurangan di beberapa sisi, tentu jadi bahan evaluasi kami,” ujar Hadar. Termasuk halnya tingkat partipasi pemilih yang dinilai tidak sesuai target KPU yakni 77,5 persen.

3. Hasil Pilkada Serentak, PDI-P Caplok Basis Partai Lain. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berhasil meraup kemenangan di daerah yang menjadi basis partai lain dalam pilkada serentak kemarin. Kemenangan itu menjadi kunci keberhasilan PDI-P mendapat kemenangan melampauai target. “Yang selama ini (daerah) didominasi partai lain, bisa dimenangkan PDI-P. Ini catatan karena kita serius mempersiapkannya,” kata Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira, di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015). Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pemenangan Pemilu PDI-P dan Badan Saksi Nasional, partai berlambang banteng ini menang di 160 daerah melebihi target untuk menang di 156 daerah. Kemenangan PDI-P di daerah yang menjadi basis partai lain terjadi di Sulawesi Tenggara dengan kemenangan di 5 daerah dari 7 daerah yang melaksanakan pilkada, Sulawesi Selatan dengan 6 kemenangan dari 11 daerah yang melaksanakan pilkada, Selain itu, Sulawesi Tengah dengan 4 kemenangan dari 8 daerah yang melaksanakan pilkada, Sulawesi Barat dengan 3 kemenangan dari 4 daerah yang melaksanakan pilkada, dan Sulawesi Utara dengan 4 kemenangan dari 6 daerah yang melaksanakan pilkada. “Sumatera Utara luar biasa, target 9 daerah ternyata menang 15,” ucap Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI-P, Bambang DH.

4. Hasil Pilkada Solo 2015 Versi Scan C1 KPU. Pilkada serentak dilaksanakan pada 9 Desember 2015, khususnya wilayah solo telah melakukan tahap pencoblosan wali kota dan wakil wali kota. Berdasarkan formulir model C1 yang telah ditetapkan oleh kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) data masuk 90% dengan hasil sementara yakni untuk pasangan Anung Indro Susanto dan M. Fajri memperoleh 101.866 suara (40,08%), sedangkan untuk pasangan F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo memperoleh 152.301 suara (59,92%). Hasil ini bersifat sementara bukan hasil final.

5. Pilkada Sragen 2015 membuat Agus Fatchur Rahman menghadapi kenyataan menjadi petahana yang gagal dalam persaingan. Kekalahan petahana Agus Fatchur Rahman di Pilkada Sragen berakhir antiklimaks. Detik-detik penghitungan suara yang awalnya meyakinkan, menjadi berbalik arah saat pelan-pelan rival utama mereka unggul dan membuyarkan harapan kemenangan. Suara bersorak girang timbul tenggelam dinamis menyesuaikan ritme perolehan suara untuk pasangan Agus Fatchur Rahman dan Djoko Suprapto (Amanto). Situasinya tiba-tiba senyap dan hiruk pikuk suara sorak perlahan menghilang. Posisi Amanto berada di bawah pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno (Yuni-Dedy) dengan selisih sekitar 2%. Dengan sikap tegar dan sabar, Agus pun berbicara lantang untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf kepada pendukung Amanto. Agus menyampaikan agar tetap bersabar dan jangan putus asa. Agus meminta doa kepada para kader untuk mendoakan agar Yuni-Dedy bisa meneruskan perjuangan untuk Sragen.

6. Pengamanan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Barru, belasan Brigadir Mobil (Brimob) dari Makassar disiagakan untuk menjaga ketat pasca pilkada. Kapolres Barru, AKBP Minarto, Kamis (10/12/2015) menjelaskan penjagaan dari Brimob tersebut untuk mengantisipasi adanya pergerakan massa dan menjaga keamanan kantor KPUD. Ia mengatakan, personil Polres Barru akan ditarik untuk penjagaan di Kantor KPUD ketika surat suara sudah berada semua disana. “Kita akan fokuskan seluruh personil pengamanan jika surat suara sudah seluruhnya sudah di KPUD,”jelasnya.

7. Anak Tukang Jamu Unggul Sementara di Pilkada Wonogiri. Pasangan calon Joko Sutopo dan Edy Santosa ungggul sementara dari rivalnya, pasangan Hamid Noor Yasin dan Wawan Setya Nugraha pada Pilkada di Wonogiri, Jawa Tengah. Hal itu berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count Pandawa Research “Hampir dipastikan Pilkada Wonogiri dimenangkan oleh pasangan calon nomor urut dua Joko Sutopo dan Edy Santosa,” ujar Direktur Eksekutif Pandawa Research Eka Kusmayadi, Jakarta, Rabu (9/12/2015). Eka menganalisa kemenangan yang diperoleh Joko dan Edy dalam Pilkada Wonogiri karena figur keduanya yang populer dan dukungan kuat dari partai pendukung, tim sukses dan para relawan.”Faktor keunggulan pasangan Joko dan Edy dinilai karena figurnya lebih merakyat dan masyarakat Wonogiri berharap pasangan yang terpilih adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat,” ucap Eka. Joko lahir di Wonogiri pada 24 Januari 1974 lalu. Joko Sutopo dikenal sebagai ‘preman’ namun dalam konotasi yang positif. Dia figur yang setia kawan, sederhana dan berjiwa sosial tinggi. Dalam berbagai kesempatan bertemu masyarakat, Joko Sutopo bangga memperkenalkan dirinya anak seorang tukang jamu. “Kami berharap hasil hitung cepat ini tidak berubah dengan hasil real count. Kami akan mengikuti tahapan penghitungan yang dilakukan KPUD,” ucap Joko. Joko mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung, kader dan simpatisan PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, para relawan dan khususnya dukungan dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Dalam pilkada ini, Joko-Edy berkompetisi dengan pasangan nomor urut 1 yang mantan anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yaitu Hamid Noor Yasin berpasangan dengan Ketua DPRD Wonogiri Wawan Setyo Nugroho. Pasangan ini didukung PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat. Berdasarkan hasil quick count tersebut, Joko unggul suara 53,79 persen. Sementara Hamid memperoleh dukungan 46,21 persen suara.

Kita tunggu saja hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai hasil pilkada serentak 2015. Bagi calon kepala daerah yang kalah semoga lapang dada dan yang menang mampu mewujutkan daerah yang lebih baik.