Press "Enter" to skip to content

10 Fakta Menghebohkan Dari Saksi Kunci ‘Papa Minta Saham’ Reza Chalid

Comments

Bos Global Resource Energy ini menjadi perbincangan publik karena namanya disebut dalam transkrip percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Berikut fakta – fakta menarik untuk mengenal lebih jauh penguasa abadi bisnis minyak Indonesia ini:

1. Riza atau Reza Chalid dulu dikenal dekat dengan pentolan Cendana, Bambang Trihadmodjo. Selama bertahun-tahun dia mengendalikan Pertamina Energy Trading Ltd (PETRAL), anak usaha PT Pertamina. Karena dia menjadi besar dan mendominasi bisnis itu, diapun disebut-sebut sebagai “penguasa abadi bisnis minyak” di Indonesia. Setelah kekuasaan rezim Suharto dan Orde Baru berakhir, dia mendekat ke Cikeas dan kubu Yudhoyono dan bermitra dengan Hatta Rajasa, orang penting dari Partai Amanat Nasional (PAN).

2. Sempat sebut Sumatera Barat provinsi Dajjal, masyarakat Minang somasi Riza Chalid.
Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI), yang diwakili oleh Ketua Umumnya, Muhammad Rafik, mensomasi pengusaha Muhammad Riza Chalid atas ucapannya yang menyebut Provinsi Sumatera Barat sebagai Provinsi Dajjal. Ucapan Riza itu terdengar dalam rekaman pertemuan antara dirinya, Ketua DPR Setya Novanto, dan bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. “Ucapan tersebut sangat melukai hati dan perasaan masyarakat Minang,” kata Muhammad Rafik dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu, 6 Desember 2015.

3. Muhammad Riza Chalid menyebut kepercayaan rakyat yang membabi-buta kepada Presiden Joko Widodo sebagai hal yang gila. “Iya. Salah gak salah jalan terus. Yang dianggap salah menteri-menterinya. Dia (Jokowi, red) enggak. Gila dah. Haduuhhh,” kata Riza dalam rekaman Makelar Saham Freeport yang diperdengarkan di Mahkamah Kehormatan DPR (MKD), Rabu (02/12/2015) lalu. Riza mengatakan demikian menimpali pernyataan Setya Novanto yang menilai rakyat selalu menganggap Presiden Jokowi sudah benar. “Rakyat itu suka gak suka ama dia dianggap itu bener semua,” kata Setnov. Pembicaraan tersebut muncul setelah Riza mengeluhkan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait pelarangan kapal asing mengeruk ikan di perairan Indonesia dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (saat itu masih menjabat) yang melarang penjualan miras. Akibat kebijakan dua menteri tersebut, kata Riza, pengusaha banyak dirugikan. “Banyak kasus Pak. Belum lagi pengusaha batubara.Tapi, pak kita muter-muter, dia (Jokowi) masih presiden Pak. Suka gak suka harus kita bayar. Udah, Pak. Ya, kan?!” kata Riza kepada Dirut PT Freeport Indonesia Ma’roef Syamsoeddin.

4. Penerbitan tabloid Obor Rakyat yang mendiskreditkan calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) awalnya untuk menaikkan popularitas Hatta Rajasa saat mantan Menteri Perekonomian itu masih duduk di kabinet. Menurut sumber Media Indonesia, tabloid itu sepenuhnya didanai pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Tidak hanya membiayai Obor Rakyat, Riza yang di Singapura dikenal dengan sebutan Gasoline Godfather juga membiayai tim sukses calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu itu. Kedekatannya dengan Hatta semakin mengental ketika mantan Menteri Perekonomian itu duduk di kabinet. “Riza jugalah yang menggelontorkan menggelontorkan puluhan miliar rupiah untuk membeli Rumah Polonia di Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 29, Otista, Jakarta Timur. Rumah itu kini menjadi markas tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta,” kata salah satu anggota tim sukses Hatta, di Jakarta, Jumat (27/6) malam.

5. Publik penasaran dengan M riza Chalid yang jarang sekali menampakan wajah di media baik itu foto atau pun tampil di media televisi. Tapi perlahan lahan, profil dan biodata lengkap M Reza chalid ini mulai dikenal luas. Muhammad Riza Chalid adalah salah satu pengusaha kelas kakap di indonesia. Bahkan Rizal Ramli dalam bukunya ‘Menentukan Jalan Baru Indonesia‘ (April 2009) menyebut Riza Chalid atau Reza Chalid sebagai Teo Dollars yang pendapatan perharinya USD 600 ribu. Tak hanya itu, George Aditjondro dalam buku Cikeas Makin Menggurita juga menyebut nama Riza Chalid. Nama Riza Chalid berada di urutan ke 88 dalam 150 Richest Indonesian versi Globe Asia yang kekayaannya ditaksir US$ 415 Juta lewat perusahaan Global Energy Resources. Walaupun banyak pihak yang mengungkapkan bahwa kekayaannya sebenarnya jauh lebih besar dari jumlah tersebut dan namanya layak masuk di daftar orang terkaya di Indonesia.

6. Keterlibatan mafia minyak dan gas dalam pembiayaan pilpres 2014 semakin terkuak. Pemilik grup Global Energy Resource (GER), Muhammad Riza Chalid, yang selama ini dikenal sebagai mafia migas disinyalir membiayai tabloid fitnah Obor Rakyat dan membeli Rumah Polonia yang menjadi markas tim sukses Prababowo-Hatta. Beberapa pakar dan wartawan berhasil membongkar hubungan Riza Chalid dengan cawapres nomor urut 1, Hatta Radjasa yang mantan Menko Ekuin. Direktur Riset Badan Pemerhati Migas (BP Migas) Syafti Hidayat, menuding Hatta Radjasa terlibat dalam mafia migas bersama Muhammad Riza Chalid. Untuk itu, dirinya mendesak kepada Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) untuk berpihak kepada rakyat kecil, dan mengadukan Hatta dan Riza kepada yang berwajib. “Selama ini Indonesia terus bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) impor, sengaja tidak mendirikan kilang pengolahan, hanya supaya impor jalan terus dan komisi diperoleh mafia,” ujar Syafti Hidayat, Direktur Riset Badan Pemerhati Migas (BP Migas), dalam aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis 5 Juli 2014.

7. Peran Riza yang terungkap dalam rekaman dan transkripan pembicaraan dengan bos Freeport, Maroef Sjamsoeddin, memang sangat besar. Banyak persoalan-persoalan besar dia ungkapkan. Misalnya soal Presiden Jokowi yang dimaki-maki oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, pembagian saham 20 persen, dengan rincian 11 persen untuk Jokowi, 9 untuk Jusuf Kalla. Atau menyebut jenderal polisi Tito Karnavian yang mendapat hadiah jabatan Kapolda Metro Jaya dari Jokowi dan lainnya. Tak hanya itu, Riza juga membeberkan dendam kesumatnya usai kalah pada Pemilihan Presiden 2014 lalu. Dia bertekad membalasnya di Pilpres periode mendatang.

8. Pengusaha minyak Riza Chalid berkicau di akun twitter miliknya. Dia sepertinya malas buat datang ke sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk memberikan klarifikasi terkait skandal Freeport Gate. Menurutnya, dia kecewa dengan sikap MKD yang memutar rekaman pembicaraan itu ke publik. Apalagi publik juga sudah menyatakan dia orang paling bersalah dalam skandal tersebut. Dia mengaku kecewa dengan opini masyarakat yang sengaja digiring bahwa dialah yang paling bersalah dalam lobi perpanjangan kontrak Freeport. “Whats wrong with you people?” ujarnya. “Saya kecewa terhadap rakyat Indonesia. Menganggap saya salah seratus persen”. “Iya, saya merasa terpojokkan oleh media-media,” katanya lagi.

9. Pada masa kepresidenan SBY, nama Riza Chalid bahkan tidak berani disebut secara terbuka. Banyak orang yang hanya menyebutnya Tuan “R”. Berulangkali bisnis PETRAL dikritik, namun pemerintah tidak mampu menghentikan bisnis minyak dengan Global Energy itu. Setelah kekuasaan rezim Suharto dan Orde Baru berakhir, dia mendekat ke Cikeas dan kubu Yudhoyono dan bermitra dengan Hatta Rajasa, orang penting dari Partai Amanat Nasional (PAN).

10. Sepak terjang Riza Chalid sampai mampu kendalikan petinggi negeri. Dalam rekaman percakapan yang dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan oleh Menteri ESSM Sudirman Said, muncul banyak fakta mencengangkan. Bukan hanya soal Feeeport, tapi juga perpolitikan Indonesia. Riza bahkan sudah mengatur proyek pembangunan Smelter dan PLTA. Padahal Riza hanya seorang pengusaha, bukan pejabat publik. Riza bahkan menyatakan pernah bertemu dengan sosok yang dikodekan Dharmawangsa untuk membahas Freeport. Dharmawangsa dikenal dengan Jusuf Kalla, karena JK tinggal di Dharmawangsa. Tidak cuma itu, Riza mengaku sudah kenal lama dengan Jokowi, bahkan sebelum Pilpres 2014 ingin menduetkan dengan Hatta Rajasa namun rencananya tak berjalan baik karena ditolak Megawati. Tidak hanya itu, Riza juga mengungkap, pertarungan pilpres yang melibatkan Komjen Pol Budi Gunawan dan mengaku dekat dengan Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. Serta bisa mengumpulkan elite KMP usai kalah pilpres. Dia minta KMP legowo dan dukung pemerintahan Jokowi. Menko Polhukam Luhut B Panjaitan jadi salah satu orang yang diandalkan Riza dalam lingkaran istana. Riza mengaku bisa kendalikan KMP untuk dukung Jokowi.

Riza Chalid sampai saat ini belum menanggapi panggilan dari MKD. Semoga persidangan ini segera berakhir, dan berjalan lancar. Dan hasil sidang MKD diharapkan sesuai dengan keinginan rakyat.