Sederet Hal Menarik Jelang Pilkada Serentak 2015 di Indonesia

Menjelang Pilkada serentak pada 9 Desember ini, pemerintah dan penyelenggara memberikan jaminan bahwa pesta demokrasi tingkat lokal tersebut dapat berjalan sukses. Pengamanan telah diupayakan maksimal diberbagai daerah. Pada pilkada serentak tahun ini akan diselenggarakan di 269 daerah seluruh Indonesia. Ada 266 daerah diikuti oleh lebih dari satu pasangan, sedangkan 3 daerah diikuti calon tunggal, yakni Kabupaten Blitar, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Berikut sederet hal menarik jelang Pilkada Serentak 2015 :

1. Aksi unik yang dilakukan para calon kepala daerah untuk mendaftar pilkada serentak ke KPU, misalnya : Pasangan FX Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo, calon wali kota solo dan wakilnya mendaftarkan diri ke KPU Solo mengendarai sepeda onthel dengan berseragam Sorjan lurik dan caping (topi petani) khas Solo, Pasangan calon bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mendaftarkan diri ke KPU Banyuwangi dengan menggunakan becak serta andong. Serta pasangan Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso, calon Wali kota Semarang dan Wakilnya dikawal oleh ratusan masa berkaos gambar logo huruf ‘S’ seperti bentuk logo superhero Superman mendaftarkan diri ke KPU Kota Semarang.

2. Pemerintah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 25 Tahun 2015 menyatakan bahwa tanggal 9 Desember 2015 sebagai hari libur nasional. Hal ini berkaitan dengan penyelenggaraan pilkada serentak di 269 daerah di Tanah Air. Aturan tersebut diberlakukan guna memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara Indonesia untuk memberikan hak pilihnya.

3. Banyak pelanggaran – pelangkaran yang dilakukan Tim Sukses. Melakukan segala trik dan cara untuk memenangkan pilkada. Ada tiga jenis rentan pelanggaran jelang hari pencoblosan, seperti: kampanye terselubung, peredaran politik uang, dan kemungkinan intimidasi terhadap pihak tertentu.

4. Praktik politik uang disinyalir bakal terjadi jelang hari pencoblosan pilkada serentak. Banyak pihak, termasuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mulai mengantisipasi terjadinya gerakan operasi subuh.

5. Komisi Pemilihan Umum mengaku kewalahan mengurusi Pilkada serentak 2015. Sebab, tidak diberi jeda waktu usai Pileg dan Pilpres 2014.  KPU sudah mengusulkan pada 2017. Sehingga, usai Pileg dan Pilpres 2014, ada waktu untuk konsolidasi dan pelatihan-pelatihan untuk persiapan Pilkada serentak 2015. Waktu perencanaan dan persiapan pilkada serentak di 2015 terbilang pendek, kurang dari 1 tahun. Padahal praktek pemilu di manapun, idealnya perencanaan dan persiapan pemilu setidaknya 2 tahun.

Semoga pelaksanaan pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 dapat berjalan dengan lancar dan calon kepala daerah dan wakil daerah yang terpilih dapat bekerja sesuai harapan masyarakat dan menepati janji – janjinya semasa kampanye.