10 Hal Menarik Dari Film Tenggelamnya Kapal Essex In the Heart of the Sea

Berdasarkan kisah nyata tenggelamnya kapal penangkap paus Essex, In the Heart of the Sea menceritakan tentang legenda yang menjadi inspirasi di balik novel terkenal Moby Dick karya Herman Melville (Ben Whishaw). Dalam bencana maritim ini, kapal Essex tanpa diduga diserang oleh paus berukuran sangat besar ketika mereka berada di tengah perburuan di laut. Beberapa fakta menarik dari film ini adalah:

1. Sinopsis In the Heart of the Sea
Dimulai dari pada bulan Agustus 1819 sebuah tim yang terdiri dari 21 orang menggunakan kapal penangkap ikan paus berlayar untuk belajar hal baru di luar sana. Kemudian kapal tersebut diserang oleh sesuatu yang tidak dapat dipercaya oleh siapapun, seekor paus ukuran raksasa menyerang dan menyebabkan kecelakaan maritim paling mengerikan dalam kehidupan nyata. Film ini menceritakan betapa mengerikan penyerangan itu dan bagaimana Capt. Owen Chase (Chris Hemsworth) memimpin timnya untuk keluar dari situasi tersebut. Setelah mereka diserang, mereka harus berlabuh di sebuah resor yang penuh kanibalisme. Film yang dibintangi oleh Chris Hemsworth ini akan membawa Anda berpetualang.

2. Dimainkan oleh pemain – pemain terkenal
Chris Hemsworth, Benjamin Walker, Cillian Murphy, Tom Holland, Ben Whishaw, Brendan Gleeson, Charlotte Riley, Frank Dillane, Paul Anderson, Michelle Fairley, Joseph Mawle, Donald Sumpter, Jordi Mollà, Jamie Sives, dll.

3. Great American novel
Novelnya dianggap sebagai “great American novel” lantaran mampu menangkap semangat zaman dan budaya di Amerika masa itu. Bagi saya, Moby Dick tak hanya mampu menyajikan keadaan sebagaimana adanya saat novelnya terbit. Ia menjadi kisah klasik yang terus memberi pengaruh pada hidup orang Amerika lantaran bercerita tentang sifat manusia yang lain, “greed” atawa keserakahan. Buku dan film In the Heart of the Sea menyampaikan pesan itu di tengah ironismenya (minyak tak hanya ada di tubuh ikan paus, tapi juga dari dalam tanah). Pesannya, keserakahan manusia mengeksploitasi alam pada akhirnya hanya akan membawa bencana.

4. Diet para pemain Film In the Heart of the Sea
Demi menimbulkan kesan natural, para pemainnya dituntut untuk memiliki tubuh kurus kering kerontang. Seperti Chris Hemsworth yang mengaku telah melakukan diet berjemaah dengan pemain lain. “Kita tidak bisa pergi kemana-mana selama satu bulan untuk mendapatkan badan kurus. Kita harus melakukan itu untuk pengambilan gambar di film ini. Jatah makan satu hari kami adalah satu telur rebus, crackers dan stick seledri,” papar Chris Hemsworth dikutip Dlisted.

5. Produksi film yang sangat lama sekali
Tak tanggung-tanggung, Produser film In The Heart of The Sea, Paula Weinstein mulai pembangunan pada film ini kira-kira 14 tahun yang lalu dengan Barry Levinson.

6. Proses syuting
Sinematografer film In The Heart of The Sea, Anthony Dod Mantle, gemar menyembunyikan kamera kecil di seluruh set kapal tempat dilakukannya proses syuting film ini. Sehingga para pemeran film ini tidak pernah benar-benar tahu ketika mereka sedang berada di frame atau tidak. Set luar ruangan pertama kali yang digunakan untuk syuting Essex di laut terbuka, adalah sebuah tangki air raksasa. Di saat yang berbeda, tangki air raksasa itu pun harus disulap menjadi Nantucket, dengan 250 meter persegi tangki air yang bertindak sebagai pelabuhan. Tim efek visual di film In The Heart of The Sea ini bekerja sama dengan beberapa universitas untuk memahami bagaimana paus bergerak dan bagaimana mereka hidup di lautan terbuka. Tak hanya itu, mereka juga belajar tentang sperma dan reproduksi paus. Pengambilan adegannya pun sangat detail, bayangkan, tim In The Heart of The Sea menghabiskan lima minggu syuting di Kepulauan Canary, dengan hanya dua adegan saja yang berada di daratan. Sisanya adalah adegan ditembak di sekoci.

7. Sutradara yang sama dengan di film Rush
Film In The Heart of The Sea ini disutradarai Ron Howard, yakni sutradara yang sama di film Rush, yang juga dibintangi oleh Chris Hemsworth.

8. Konon film ini membuat para penontonnya takut pada laut
Karena teknik pengambilan gambar serta efek visual yang luar biasa canggih, konon film ini diprediksi akan membuat penontonnya menjadi berpikir dua kali untuk mengunjungi laut dan lautan.

9. Film dokumentasi sejarah
Sang sutradara sendiri tak ingin menjadikan film ini sebagai sebuah film legenda, melainkan film yang berkisah tentang dokumentasi sejarah. Sebuah kapal bernama whaleship Essex berlayar ke laut pasifik selatan pada musim dingin tahun 1820. Owen Chase (Chris Hemsworth) tidak menduga akan mendapatkan bencana besar yang  menimpa meraka, di tengah laut kapal ini di serang oleh paus raksasa berukuran sangat besar dari paus yang biasa mereka lihat. Paus ini membalas dendam menghancurkan kapal mereka. Mereka yang selamat dari serangan tersebut melayang selama lebih dari 90 hari dalam tiga whaleboats kecil di mana banyak korban yang berpenyakit, menderita kelaparan dan kanibalisme untuk bertahan hidup.

10. Chris Hemsworth Dievakuasi dari Lokasi Syuting Kena Banjir dan Longsor
Bencana tak terduga melanda lokasi syuting film baru Chris Hemsworth, “In the Heart of the Sea”. Hujan deras yang mengguyur La Gorma, Kepulauan Canary, daerah Afrika Utara membuat banjir dan tanah longsor terjadi. Chris beserta pemain lainnya dan kru langsung dievakuasi dari tempat kejadian. Untungnya, semua kru dan pemain bisa dievakuasi dengan selamat sebelum jalanan ditutup. “Semua pemain dan kru dievakuasi dari daerah itu dengan mobil dan berhasil keluar sebelum semua jalan ditutup,” ujar sutradara Ron Howard.

Film In The Heart OF The Sea sangat bagus untuk ditonton karena film ini mengajarkan kita percaya sama kemampuan diri kita sendiri. Dari segi pengemasan film ini sangat bagus dengan aksi para awak kapal dalam menglahakan paus raksasa yang membuat para penonton berdecak kagum.