6 Fakta Menarik Dari Kabar Meninggalnya Rockstar Scott Weiland

Mantan vokalis grup band Stone Temple Pilots dan Velvet Revolver, Scott Weiland meninggal dunia di usia 48 tahun. Tom Vitorino manajer sang penyanyi ini memastikan kematiannya Kamis (03/12) malam. Berikut fakta – fakta kematian Rocker Legendaris ini:

1. Perilaku ‘kacau’ Scott Weiland dan keterlibatannya dalam penggunaan obat-obatan terlarang
Sukses dengan lagu-lagu seperti Big Empty, Vasoline, dan Interstate Love Song, yang membawa album mereka Purple memuncaki tangga lagu Amerika di tahun 1994, ditandai dengan keributan sesama anggota band. Mereka berpisah beberapa kali, sampai akhirnya Weiland membentuk grup Velvet Revolver bersama bekas anggota Guns N’ Roses yaitu Slash (gitar), Duff McKagan (bass) and Matt Sorum (drums) di tahun 2002. Tahun 1999 ia melanggar hukuman pecobaan tak boleh memakai obat terlarang, dan empat tahun kemudian, 2003, dihukum lagi untuk persoalan yang sama. Velvet Revolver kerap harus menyesuaikan jadwal untuk mengakomodasi kewajiban Weiland datang ke pengadilan dan program rehabilitasinya. Album merek Libertad diedarkan tahun 2007 dan menjadi yang terakhir yang menampilkan Weiland pada vokal. Kelompok ini akhirnya memutuskan mengeluarkan Weiland dengan alasan “perilaku yang kacau”. Weiland sempat kembali ke Stone Temple Pilots lagi, tapi di tahun 2013 ia kembali dikeluarkan kelompok ini dengan alasan “menyalahgunakan” nama band untuk kepentingan mendorong solo kariernya.

2. Scott Weiland Meninggal Usai Mengaku Kapok Mencandu Narkoba
Scott Weiland ditemukan tak bernyawa oleh manajernya jam sembilan malam saat tengah menjalani rangkaian tur konser musik bersama Scott Weiland and The Wildabouts di Minnesota. Belum diketahui apa penyebab kematian Weiland. Namun dikabarkan banyak media massa, sang musisi telah lama mencandu narkoba. Tapi Weiland mengaku sudah tidak lagi menyentuh barang haram itu sejak tahun lalu. “Setan di masa lalu adalah setan di masa lalu. Barang-barang itu sudah saya sentuh sejak 14 tahun yang lalu. Keith Richards saja masih terus ditanyai hal ini. Mengapa saya tidak menjawabnya? Tapi saya tidak tersinggung. Saya sudah tidak lagi menggunakannya,” kata Weiland saat diwawancara oleh Blabbermouth, pada tahun lalu.

3. Scott Weiland meninggal saat tidur
Manajer Weiland, Tom Vitorino, mengonfirmasi kabar duka tersebut kepada CNN, Jumat (4/12). Tidak berselang lama, akun Facebook resmi Weiland juga mengumumkan hal sama. “Scott Weiland, yang paling dikenal sebagai vokalis utama untuk Stone Temple Pilots dan Velvet Revolver, meninggal dalam tidurnya saat tur dengan The Wildabouts berhenti di kota di Bloomington, Minnesota. Saat ini kami meminta privasi keluarga Scott dihormati,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

4. Meninggal di Bus
Bintang rock itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dalam bus tur di kota Bloomington, Minnesota, Amerika Serikat. Seperti dilaporkan TMZ, Jumat (4/12/2015), Weiland tengah menjalani tur bersama band-nya Scott Weiland & The Wildabouts. Mereka seharusnya tampil di Medina Ballroom, Minnesota, malam ini, namun pertunjukan terpaksa dibatalkan. Seorang sumber di band tersebut mengatakan, Weiland ditemukan di dalam pada Kamis malam, sekitar pukul 21.00. Polisi langsung memeriksa bus tur yang diparkir di luar sebuah motel itu. Sementara, jasad Weiland dibawa ke Hennepin County Coroner untuk diotopsi.

5. Kokain Ditemukan di Dalam Bus Scott Weiland
Kematian Scott Weiland yang ditemukan meninggal di dalam bus tur nya pada Kamis malam 3 Desember 2015 di Bloomington, Minnesota, Amerika Serikat. Meski penyebab kematiannya belum terungkap secara gamblang, fakta baru menyeruak ke permukaan. Seperti dilansir Billboard, Sabtu (5/12/2015), polisi menemukan sejumlah bubuk kokain di dalam bus tempat Weiland meninggal. Rekan band Weiland, basis Wildabouts, Tommy Black pun ditahan karena zat terlarang tersebut ditemukan di area miliknya di dalam bus tersebut, dekat dengan Weiland. Meski memiliki riwayat panjang penyalahgunaan obat-obatan, Weiland dilaporkan telah bersih dari narkoba sejak lama. Istrinya, Jamie Weiland, menyebut kalau suaminya dalam keadaan bersih ketika meninggal.

6. Kematian Scott menyisakan banyak simpati dari musisi dunia
Salah satunya adalah matan drummer MEGADETH Nick Menza. ā€œIā€™m truly saddened to read that Scott Weiland has passed. I toured with Scott for a month and a half in early March of 1993. STP was the support act for MEGADETH at that time. I use to go and sing ZEPPELIN songs during their sound checks almost every day, Weiland never did soundchecks. My thoughts and prayers are with his family, friends and fans. R.I.P. Scott Weiland.ā€ Tulisnya di Facebook. Billy Corganpun ungkapkan duka mendalamnya, dia menyebutkan bahwa Scott Weiland merupakan salah satu suara yang memberi makna di eranya. Selain itu, Billy juga mengakui bahwa ia seperti banyak kritikus musik pada saat itu, pada awalnya ‘sangat kritis’ dengan Stone Temple Pilots yang ketika itu menjadi grup band pertama yang menampilkan adegan yang gila. Billy juga berpendapat bahwa Scott tidak hanya menjadi kesatria tampan namun, ia juga bisa bernyanyi. Sedangkan Dave Navarro menjadi musisi pertama yang memberi kabar tentang kematian dari mantan vokalis Stone Temple Pilots, Scott Weiland. Dalam akun Instagramnya, gitaris band Jane’s Addiction tersebut juga memberikan penghormatan kepada Scott. Dilansir dari laman Mirror, Jumat (4/12/2015), selain pendiri grup musik Red Hot Chili Papers tersebut, para musisi lainnya yang mengetahui berita duka ikut berbela sungkawa. Mereka secara bergantian memberi penghormatan melalui jejaring sosial kepada Scott Weiland. Berikut di antaranya. “Berita yang sedih, beristirahat dengan damai #ScottWeiland #terlalucepat,” tulis drummer dari Blink 182, Travis Barker. “Benar-benar menyesal mendengar kabar tentang Scott Weiland,” sambung bassist dari band Nirvana, Krist Novoselic. “Katakan jika itu tidak benar – Scott Weiland ditemukan tewas… Stone Temple pilots,” ungkap rapper pelantun tembang Ice Ice Baby, Vanilla Ice. “RIP Scott Weiland. Semesta, tolong rawat dia,” balas penyanyi yang mempopulerkan album cover milik Taylor Swift, Ryan Adams.

Karena urusan heroin, Weiland sempat berurusan dengan hukum sejak 1995 hingga 2008. Dinginnya sel penjara dan kamar rehab pun telah dirasakannya. Kematian Weiland seakan menyusul kematian sang gitaris The Wildabouts, Jeremy Brown, yang tutup usia di umurnya yang ke-34 tahun pada Maret lalu. Weiland telah berkeluarga dan memiliki anak. Pernikahan pertamanya pada 1994 hingga 2000. Lalu, Weiland menikahi model bernama Mary Forsberg pada 2000 hingga 2007 dan dikaruniai dua anak. Kembali bercerai pada 2007, Weiland lalu menikahi forografer bernama Jamie Wachtel pada 2011.