Tradisi Unik Hari Raya Hanukkah

Perayaan Hanukkah (“dedikasi” dalam bahasa Ibrani), adalah perayaan umat Yahudi atas keajaiban-keajaiban yang dialami bangsa dan umat Yahudi dimasa lalu yang terjadi pada hari ke-25 di kalender Yahudi pada bulan Kislev di 365 SM.  Dan sejak itulah, Hanukkan selalu dirayakan pada hari ke-25 bulan Kislev, yang pada tahun pada tahun ini, dimulai sejak tenggelamnya matahari pada tanggal 6 Desember dan dirayakan secara terus menerus selama delapan hari samapai tanggal 14 Desember. Dalam tradisi Hanukkah ini, Menorah atau tempat lilin untuk melakukan upacara keagamaan umat Yahudi, merupakan bagian yang benar-benar penting, oleh karena itulah Hanukkah disebut juga sebagai “the festival of light” atau “festival cahaya”. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengingat kembali kejadian penting yang disebut sebagai “keajaiban” oleh umat Yahudi, yaitu :

1. Kemampuan tentara Yahudi yang saat itu dipimpin oleh Maccabee, mengusir tentara kuat bangsa Yunani yang menduduki wilayah Palestina, dari tanah Israel maupun Kuil Suci umat Yahudi di Jerusalem.

2.  Kedua, ketika Maccabee dan tentaranya memasuki kuil suci untuk membersihkan dari berhala dan mengembalikan kembali fungsinya sebagai tempat kegiatan keagamaan umat Yahudi, menemukan satu toples minyak ukuran kecil yang digunakanuntuk menyalakan lampu Menorah. Sebenarnya, minyak dalam toples kecil tersebut hanya cukup untuk menyalakan lampu selama satu hari, tetapi ternyata nyalanya bertahan delapan hari sampai mereka mampu untuk mendapatkan minyak tambahan. Dalam rangka memperingati keajaiban inilah, maka umat Yahudi merayakan Hanukkah selama delapan hari. Inti dari perayaan Hanukkah adalah diperolehnya kembali kebebasan beragama, juga untuk memengingatkan kepada kaumnya bahwa orang Yahudi adalah kaum yang mampu menyelamatkan diri dan juga bangkit kembali melalui kekuatan ilmu yang mereka miliki. Seperti halnya tradisi yang menekankan pada simbol-simbol dan perlambangan, demikian pula perayaan Hanukkah. Umat Yahudi merayakan Hanukkah ini dengan melakukan kegiatan dan menggunakan bahan-bahan simbolik yang berkaitan erat dengan kejadian penting dimana umat Yahudi memperoleh kembali kebebasan beragama mereka dengan berhasil mengusir penjajah (tentara Yunani) dari tanah Israel dan kuil suci di Jerusalem, seperti bermain dreidel, menggoreng makanan yang dihidangkan dengan minyak, memakan keju dan anggur dan meminum anggur.

3. Menorah
Menyalakan Menorah merupakan tradisi yang sangat penting dalam perayaan Hanukkah. Menorah adalah tempat lilin dengan 9 cabang. Biasanya terdapat delapan lilin, satu lilin untuk masing-masing hari saat Hanukkah. Delapan dari tempat lilin ini memiliki tinggi yang sama, dengan satu tempat lilin ditengah-tengah lebih tinggi dari lainnya yang disebut sebagai shamash (“penjaga” atau “pembantu” dalam bahasa Ibrani) yang berfungsi sebagai api untuk menyalakan lilin lainnya. Setiap malam selama 8 hari dalam perayaan Hanukkah akan bertambahlah lilin yang dinyalakan.Menyalakan lilin di Menorah dilakukan dari kanan ke kiri dan dengan sebelumnya doa dipanjatkan untuk lilin yang akan dinyalakan tersebut. Setelah lilin dinyalakan, keluarga akan bernyanyi bersama-sama tiga doa dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Biasanya tiga doa ini dibacakan selama delapan hari perayaan Hanukkah. Pada malam pertama Hanukkah, umat Yahudi membacakan tiga doa tersebut namun pada malam kedua dan seterusnya hanya dua doa yang dibacakan. Tiga doa tersebut dibacakan bisa juga sebelum dan sesudah lilin dinyalakan, tergantung dari tradisi yang ada.

4. Dreidel
Dreidel adalah simbol lainnya dari festival umat Yahudi. Merupakan permainan favorit saat perayaan Hanukkah. Disetiap sisi dari mainan kecil ini terdapat huruf-huruf Ibrani yang berbeda yaitu nun, gimel, hey and shin. Huruf-huruf tersebut sebenarnya mewakili kata  “nes gadol haya sham” yang bearti “keajaiban besar terjadi disana” sedangkan bagi umat Yahudi di Israel kata-katanya menjadi “keajaiban besar terjadi disini”. Ketika kerajaan Yunani melarang umat Yahudi mempraktekkan agama dan memperlajari Taurat; umat Yahudi yang belajar secara diam-diam akan secara terus menerus memutar dreidel ini di tangan mereka. Dengan cara ini, jika tentara Yunani datang dan melihat-lihat, mereka hanya melihat anak-anak yang bermain, namun kenyataannya mereka mengajarkan anak-anak huruf dan bahasa Ibrani (Hebrew).

5. Makanan Sajian Saat Hanukkah
Banyak makanan tradisional Hanukkah yang digoreng, yang dimaksudkan untuk memperingati minyak dalam lampu yang secara “ajaib” mampu menyalakan Menorah di kuil suci. Dan merupakan suatu tradisi dalam merayakan Hanukkah untuk memakan potato “latkes” atau pancake kentang dan donut—jelly doghnut, dan strawberry doughnut serta makanan yang berasal dari susu khususnya keju sebagai simbol keberhasilan seorang Yahudi bernama Yudith membunuh panglima perang Yunani setelah terlebih dulu membuatnya mabuk dengan memberi—minuman anggur dan keju.

6. Arti Hanukkah Bagi Keluaga Yahudi
Perayaan Hanukkah dianggap penting bagi keluarga Yahudi karena saat inilah para orang tua dapat memperlihatkan kepada anak-anak mereka pentingnya memiliki kebebasan bersembahyang dan melakukan kegiatan keagamaan sesuai dengan keinginan mereka.Disamping ditekankannya kepada anak-anak mereka pengajaran tentang iman Yahudi (Jewish) yang dianutnya dan kebaikan serta kebanggaan menjadi umat. Walaupun Hanukkah bukan merupakan perayaan keagamaan yang paling penting dalam agama Yahudi dianggap, namun arti perayaannya tidaklah hilang.  Disaat  merayakan Hanukkah ini para orang tua mengajarkan warisan tradisi Yahudi dan pemahaman tentang agama dan Taurat kepada anak-anak mereka. Pentingnya peran keluarga ini tercermin dari prinsip Yahudi yang menyatakan “bahwa bertahannya dan pulihnya umat Yahudi bermula dan berakhir di rumah keluarga umat Yahudi.” Yang artinya, keluarga Yahudi yang bertanggung jawab langsung atas bertahannya tradisi agama mereka.

7. Perayaan Hanukkah dan Hari Natal
Hanukkah dan Hari Natal sebenarnya saling berbagi pesan spiritual, yaitu membawa terang dan harapan di dunia kegelapan, penindasan dan keputusasaan. Namun, jika Hari Natal berfokus pada seorang individu yang kehidupannya dan missinya adalah membawa kebebasan, sementara Hanukkah adalah tentang perjuangan pembebasan suatu bangsa yang melibatkan seluruh orang-orang yang ingin untuk membentuk dunia yang mereka inginkan melalui perjuangan terhadap penindasan politik dan sosial yang dilakukan pemerintah, bangsa Yunani, yang menguasai wilayah Palestina dan sekitarnya pada tahun 321 SM dan memaksakan budaya Hellistik (Yunani Kuno) pada orang-orang Yahudi. Selain waktu perayaannya yang hampir bersamaan dengan perayaan Natal, Hanukkah juga memiliki tradisi memberikan hadiah seperti halnya pada hari Natal.

8. Hanukkah Geld
Dengan berkembangnya waktu, maka akhirnya tradisi pemberian hadiah tersebut berkembang mengikuti tradisi dalam perayaan Natal. Oleh karena itulah, umat Yahudi menggunakan istilah “Jewish Christmas” untuk tradisi pemberian hadiah ini. Dalam kaitannya dengan perdamaian dunia, keajaiban Hanukkah membuktikan bahwa terdapat banyak orang yang mampu bertahan dari adanya tekanan “realitas” yang dipaksakan oleh kaum penjajah dan tetap setia pada visi dunia yang berdasarkan keinginan untuk memberi, menyayangi orang lain, dan kesetiaan kepada Tuhan yang telah menjanjikan bahwa adalah memungkinkan adanya kehidupan yang didasarkan atas keadilan dan perdamaian.

Dari penjelasan tersebut kita jadi tahu ragam- ragam budaya dan perayaan yang dimiliki masing- masing agama. Diharapkan kita dapat saling bertoleransi dan menghormati antar sesama umat manusia. Dengan demikian perdamaian dan kerukunan antar umat manusia bisa saling terjaga.