Oscar Pistorius, Atlet Difabel Berprestasi Tersangka Pembunuhan Model Cantik Reeva Steenkamp

Oscar Pistorius, pelari difabel asal Afrika Selatan, dinyatakan bersalah atas pembunuhan sang kekasih, Reeva Steenkamp, yang terjadi pada Februari 2013. Pistorius dihukum penjara selama lima tahun atas kasus tersebut dan dia didakwa atas pembunuhan tak berencana pada 2014. Namun, dakwaan itu akhirnya berubah menjadi pembunuhan. Sebelum ini, Pistorius menjadi inspirasi bagi penyandang cacat karena dia bisa bangkit berlari kendati tidak memiliki dua kaki. Oscar juga pernah memecahkan rekor lari atlet Paralimpiade. Setelah itu, sederet prestasi disabet Pistorius,terakhir dia masuk kualifikasi Paralimpiade mewakili Afsel di Paralimpiade London 2012. Dia menyabet 1 medali perak pada lintasan 200 meter dan 2 medali emas pada lintasan 400 meter. Berikut rangkuman fakta yang terungkap dibalik pembunuhan kekasihnya.

1. Oscar mengira kekasihnya Reeva pencuri yang hendak masuk ke dalam kamarnya sekitar pukul 4 pagi dinihari waktu setempat. Padahal, Steenkamp ingin memberikan kejutan di hari kasih sayang. Tidak sadar orang yang masuk ke dalam kamarnya adalah kekasihnya sendiri, Pistorius langsung mengarahkan tembakan ke kepala, dada dan lengan Reeva. Steenkamp langsung tewas di tempat. Hakim di pengadilan menganggap hal itu tidak sesuai sebagai pembelaan diri karena seharusnya Pistorius bisa memberikan tembakan peringatan, bukan langsung mengarahkan tembakan ke orang yang dianggap penyusup itu.

2. Pistorius tertangkap petugas sedang menyelamatkan kekasihnya setelah menembaknya. Caranya adalah memberikan nafas buatan dari mulut ke mulut. Dia memberi nafas buatan kepada Steenkamp yang ada di pelukannya, di bagian bawah tangga. Diduga dia membawa Steenkamp dari kamar mandi di lantai atas, tempatnya melepaskan tembakan. Ketika petugas keamanan dan tetangga berdatangan ke rumah mewah Pastorius di Pretoria, Steenkamp masih bernafas. Tak berapa lama, paramedis menyatakan Steenkamp tewas dan Pistorius muncul sebagai satu-satunya tersangka.

3. Dalam sebuah laporan kepolisian menyatakan sebelum penembakan berlangsung terlihat sudah ada keributan. Hal ini terbukti dari sejumlah piala yang berserakan di tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman atlet paralimpiade tersebut di Petroria. Ketika petugas kepolisian setempat datang ke TKP, sejumlah piala yang diraih Pistorius berserakan dilantai. Bahkan, beberapa ada yang rusak. Dengan penemuan bukti baru itu, maka banyak spekulasi yang menyatakan bahwa sebelum ia sempat bersitegang terlebih dahulu sebelum akhirnya atlet tersebut menembak kekasihnya sebanyak empat kali. Bahkan komentar yang selama ini dilontarkan Pistorius, jika ia mengira Steenkamp adalah salah.

4. Belakangan, polisi tengah mencurigai ada hubungan segitiga yang menyebabkan Pistorius menembak kekasihnya. Polisi memeriksa pesan-pesan Steenkamp ke seorang bintang rugby yang mungkin menjadi kunci penyelidikan. Kepolisian memeriksa pesan-pesan SMS dan percakapan dari iPad dan telepon genggam milik korban guna menemukan motif atas kematiannya. Steenkamp diyakini “berteman erat” dengan bintang rugby Francois Hougaard yang juga merupakan teman Pistorius.

5. Pistorius sempat melihat-lihat konten pornografi di malam ketika kekasihnya tewas tertembak di rumahnya. Seperti dilansir news.com.au,  informasi tersebut didapat dari dokumen persidangan yang bocor dan dipublikasikan oleh media setempat, South African Times. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa telepon genggam Pistorius disita dari kediamannya di Pretoria. Dari pemeriksaan menunjukkan, Pistorius sempat menggunakan telepon genggam tersebut untuk melihat konten pornografi ketika kekasihnya, Reeva Steenkamp ada bersamanya pada Hari Valentine tahun 2013 lalu.

6. Oscar Pistorius dibebaskan dari penjara dan dijadikan tahanan rumah pada 19 Oktober, menjalani setahun kurang sehari di balik jeruji karena menembak mati model Reeva Steenkamp pada Hari Valentin 2013. Setelah itu dia menjalani sisa hukuman tahanan rumah di properti milik pamannya di kawasan elit ibu kota Pretoria. Namun, negara mengajukan banding menentang keputusan sebelumnya terhadap Pistorius, berpendapat bahwa dia harus dihukum karena melakukan pembunuhan. Hukuman baru bagi juara Paralimpiade itu akan disampaikan kemudian. Pistorius masih dalam keadaan bebas bersyarat sampai hukuman baru dijatuhkan, kecuali pengadilan memutuskan lain.

Sangat disayangkan atlet yang sangat berprestasi dan sudah diakui dunia harus berbuat hal yang mencoreng dunia olahraga dibidangnya. Semestinya sebagai atlet ia dapat menjaga nama baik dan prestasinya, bukan malah membuat hal-hal yang merugikan dirinya sendiri, bahkan mungkin negara yang ia bela. Hanya karena masalah cinta karir dan segudang prestasi harus hancur begitu saja.