11 Fakta Menarik Tentang HIV/AIDS di Hari AIDS Sedunia

Jakarta, 1 Desember adalah waktu di mana Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tahun dengan tujuan memperluas antiretrovial terhadap pengidap HIV. Dilaporkan oleh IB Times, World Health Organization (WHO) menganggap peringatan ini juga jadi cara paling efektif untuk mengakhiri wabah AIDS. Tak hanya itu, peringatan Hari AIDS Sedunai ini pun merupakan bukti solidaritas internasional. Baik bagi para pengidap, maupun mereka yang meninggal karena berjuang melawan HIV. Diselenggarakan oleh WHO, peringatan ini jadi salah satu kampanye kesehatan publik bersifat global pertama di dunia. Tahun ini, peringatan rutin yang ada sejak tahun 1988 tersebut mengusung tema “Getting to zero; end Aids by 2030”. Sedangkan tema federalnya, “the time to act is now”. Keduanya tentu mengandung unsur pembebasan wabah AIDS secara global dalam kurun waktu yang sudah ditargetkan. Terkait hari AIDS Sedunia, berikut sederet fakta unik peringatan Hari AIDS Sedunia.

1. Secara global, sekitar 36.900.000 orang hidup dengan HIV termasuk 2,6 juta anak-anak.

2. Jumlah kematian remaja dari AIDS telah tiga kali lipat selama 15 tahun terakhir.

3. AIDS adalah nomor satu penyebab kematian di kalangan remaja di Afrika dan yang kedua di kalangan remaja secara global.

4. Di kawasan sub-Sahara Afrika, wilayah dengan prevalensi tertinggi HIV/AIDS, sebanyak 7 dari 10 gadis di sana yang baru terinfeksi virus HIV adalah di antara mereka yang berusia 15-19 tahun.

5. Pada awal 2015, 15 juta orang yang menerima ART dibandingkan dengan 1 juta pada tahun 2001

6. Meskipun ketersediaan luas tes HIV, hanya sekitar 51 persen orang dengan HIV mengetahui statusnya mengidap penyakit itu.

7. Respon global terhadap HIV telah menghindarkan lebih dari 30 juta infeksi HIV baru dan hampir 8 juta kematian sejak tahun 2000.

8. Pada 2015, Kuba jadi negara pertama dinyatakan telah mengeliminasi penularan HIV dari ibu ke anak.

9. Lebih dari 35 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HIV, yang dapat dicegah dan diobati. Ilmu medis telah melewati perjalanan panjang sejak status HIV positif otomatis merupakan vonis hukuman mati. Sekarang ini, jika mereka yang hidup dengan HIV (ODHA) mengkonsumsi obat antiretroviral, jumlah virus dalam darah mereka akan sangat sedikit sehingga mustahil menularkan pada orang lain. Selain itu, sebuah pil baru dapat mencegah non-ODHA untuk terinfeksi. Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC) mengatakan bahwa pil yang disebut pre-exposure prophylaxis, atau Prep pill, jika dikonsumsi secara konsisten, akan mengurangi risiko infeksi pada orang-orang berisiko tinggi sampai 92 persennya. Lembaga itu mengatakan Prep berpotensi mengubah arah HIV.

10. Kementerian Kesehatan menggandeng Kementerian Perhubungan untuk mengkampanyekan hidup sehat tanpa HIV/AIDS. Tema yang diangkat yakni ‘Perilaku Sehat’. Sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang rawan terpapar HIV, karena menyangkut mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain. Baik mobilisasi antar kota, antar provinsi, antar pulau, bahkan antar negara, dengan beragam latar belakang yang memungkinkan terjadinya penularan HIV melalui hubungan seksual beresiko dan melalui pemakaian narkoba. “Penularan HIV lewat transportasi umum, jangan disalahartikan, artinya tidak terjadi. Tapi kami promosinya lewat transportasi umum,” kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Sigit Priohutomo, dalam temu media di Gedung Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2015).

11. Ada yang beda di Clash of Clans di Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2015 ini. Bila membuka permainan populer ini dari perangkat iOS, maka akan terlihat intro berbeda, dan rambut Barbarians yang seluruhnya berwarna merah. Supercell, pembuat game itu, ternyata memang bekerja sama dengan Apple serta (PRODUCT) RED, sebuah kampanye penggalangan dana untuk melawan AIDS. Mereka mengumpulkan dana yang akan disumbangkan untuk perlawanan terhadap AIDS.

Untuk dapat mewujudkan dunia bebas AIDS tentunya butuh kerja keras, lebih banyak uang, dukungan politik, upaya dari kalangan dokter, aktivis dan organisasi AIDS, dan secara umum, komitmen semua pihak, untuk mewujudkannya. Kesadaran diri kita masing-masing dalam menjaga lingkungan dan menjalankan hidup pola yang sehat. Hindari pergaulan sek bebas dan penggunaan narkoba karena itu salah satu pemicu terbesar terkena AIDS.