9 fakta menarik dari Lucy Maud Montgomery pencipta karakter Anne yang menjadi google doodle

Senin, 30 November 2015, Google memberikan apresiasi lewat sebuah Doodle (Google Doodle) kepada Lucy Maud Montgomery yang lahir pada 30 November 1874 dan meninggal 24 April 1942. Google turut merayakan hari ulang tahunnya yang ke-141 .
Doodler Olivia Huynh yang juga seorang fans dari Anne of Green Gables, ingin menghormati Montgomery dengan menggambarkan beberapa adegan dari novel tercinta, termasuk salah satu yang sangat mengesankan dimana Anne keliru bekas kue dengan obat gosok (minyak obat) bukannya vanili.

Begitu banyak hal – hal menarik dari sosok penulis novel terkenal Lucy Maud Montgomery. Dan berikut hal – hal tersebut :

1. Sebagian besar masa kecil Lucy Maud dihabiskan sendirian dan dalam duka tak berkesudahan. Ibunya, Clara Woolner MacNeill Montgomery, meninggal karena TBC saat Maud berusia 21 bulan. Kemudian ketika berusia tujuh tahun ayahnya Hugh John Montgomery pergi dan memberi hak asuhnya kepada kakek Montgomery. Kehidupan awal Montgomery di Cavendish sangat kesepian, tinggal bersama kakek dari pihak ibu, Alexander Marquis MacNeill dan Lucy Woolner MacNeill, di Cavendish,  dibesarkan dengan cara yang ketat dan tak kenal ampun.  Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan sendirian, di mana ia menciptakan banyak teman khayalan dan dunia untuk mengatasi kesepiannya, seperti apa yang dikembangkan pikiran kreatifnya.

2. Lepaskan pekerjaan demi merawat sang nenek. Di tahun 1901, Lucy mendapat pekerjaan di The Daily Echo di Halifax, Nova Scotia. Meski bayarannya hanya $5/minggu, ia begitu menikmati setiap pekerjaan yang dilakukan, namun setelah 9 bulan bekerja, kakek Lucy tiba-tiba meninggal. Terpaksa meninggalkan pekerjaan, Lucy kembali ke pulau Prince Edward untuk merawat sang nenek.

3. Lucy terpaksa menulis secara diam – diam karena bagi keluarganya, menulis adalah pekerjaan sia-sia, terutama bagi perempuan. Habiskan waktu malamnya sambil berteman sebatang lilin, agar jalinan aksara tetap tergoret di kertasnya. Yakin kalau menulis adalah satu satu cara terbaik untuk menjelani hidupnya, Lucy tetap melakukannya dengan sepenuh hati.

9 fakta menarik dari Lucy Maud Montgomery pencipta karakter Anne yang menjadi google doodle
4. Montgomery terkenal  karena karakter sentral Anne, seorang gadis yatim piatu di Novel karangannya. Terinspirasi kala Lucy sedang membolak-balik jurnal tua. Sosok perempuan berambut merah yang ada di jurnal tersebut memunculkan ide untuk novel series yang pada akhirnya dimuat hingga tujuh chapter di salah satu surat kabar. Setelah sukses dengan sosok Anne buatannya, Montgomery melanjutkan untuk mempublikasikan 20 novel serta 530 cerita pendek, puisi 500, dan 30 esai.

5. Tahun 1919, Ewan suami Lucy menderita penyakit mental. Rasa takut terhadap takdir Tuhan yang akan menempatkannya di neraka terus menghantui pikiran Ewan. Habiskan waktu dengan merintih, bergumam, dan menyayikan lagu-lagu minor.

6. Sebelum menjadi seorang Novelis terkenal, siapa sangka, karya terbaik Lucy Maud Montgomery “Anne of Green Gables” harus mengalami penolakan sebanyak 4 kali oleh Penerbit.

9 fakta menarik dari Lucy Maud Montgomery pencipta karakter Anne yang menjadi google doodle
7. LM Montgomery adalah salah satu penulis terkenal asal Kanada yang ditunjuk Pejabat Orde dari Kerajaan Inggris dan juga sebagai anggota British Royal Society of Arts.

8. Lucy Maud Motgomery meninggal pada tahun 1942 di Toronto, Kanada saat usianya 68 tahun. sementara suaminya Ewan Macdonald meninggal pada bulan november 1943.

9. Pada tanggal 30 November 2015 yaitu ulang tahunnya ke 141 tahun, Google membuat doodle dari buku yang paling menjadi ikon untuk mengenang LM Montgomery.

Lucy Maud Montgomery adalah wanita yang sangat peka dan cerdas berbagai peritiwa yang dialaminya mempengaruhi dirinya secara pribadi dan dunia pada umumnya. Dalam jurnal yang ditulisnya, dia mengungkapkan rasa sakitnya pada saat kematian anaknya bayinya yang bernama Hugh, kengerian Perang Dunia Pertama, kematian sepupunya tercinta yang bernama Frede Campbell, dan penemuan bahwa suaminya menderita melankoli agama.

Namun meski ia mengalami banyak kesedihan dan masalah, Montgomery terus menulis, ia terus mengungkapkan cintanya pada kehidupan, alam, dan keindahan dalam tulisan fiksi, jurnal, dan surat-surat yang ia buat.