Lamborghini balapan di jalan Surabaya, sruduk warung STMJ tewaskan satu warga

Kecelakaan maut terjadi di Surabaya, tepatnya di Jalan Manyar Kertoarjo. Sebuah mobil mewah Lamborghini warna abu – abu menabrak warung STMJ, akibatnya satu orang pembeli di warung STMJ tewas. Mobil tersebut melaju dengan kcepatan tinggi pukul 05.20 WIB, Minggu (29/11/2015) dengan kecepatan 80 Km/Jam. Diduga, Lamborghini itu sedang melakukan balap liar dengan mobil sport Ferrari merah.

Korban meninggal merupakan seorang pembeli bernama Kuswanto warga Jalan Kaliasin III . Selain korban meninggal, terdapat juga korban luka berat yang dialami oleh istrinya Kuswanto yang bernama Srikandi, dan penjual STMJ Mujianto.

Kejadian ini tersebar luas ke media sosial dalam rekaman video berdurasi 30 detik. Suasana di lokasi kejadian diwarnai kepanikan. Beberapa orang yang ada di lokasi, di detik-detik pertama sesaat mobil mewah itu menerjang warung STMJ, tak ada satupun yang berani menolong korban luka maupun jiwa. Terdengar teriakan histeris warga yang menyaksikan dua korban tergeletak. Satu orang tergetelah tak bergerak, tak jauh darinya ada seorang perempuan yang terduduk mengalami luka-luka.

Kasus kecelakaan itu kini sedang didalami oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Seorang saksi yang hampir saja menjadi korban mobil Lamborghini Nomor Polisi B 2258 WM bernama Suparto (51) menyatakan “Jalan kan sepi, itu balapan. Tiba-tiba mobil oleng ke kiri dan langsung menabrak warung. Korban yang meninggal itu terlempar,”. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pengemudi Lamborghini tidak dalam pengaruh alkohol atau narkoba. Artinya, tersangka mengemudi dalam keadaan sadar.

Akhirnya Mobil Lamborghini yang rusak parah dengan bagian depan mobil remuk dan beberapa bagian mobil terlihat penyok serta Velg yang juga rusak parah diamankan di unit laka di gedung Polsek Dukuh Kupang Surabaya beserta pengemudinya yaitu Wiyang Lautner

Sangat disayangkan, banyak sekali orang yang memamerkan mobilnya namun berujung kematian. Seharusnya kejadian – kejadian yang seperti hal ini dijadikan pengalaman agar di jalan raya itu tidak dijadikan arena balapan mobil.