Negara – negara yang saling bersitegang gencarkan dunia Internasional di tahun 2015

Akhir- akhir ini, pertempuran antar negara semakin marak saja dan tidak ada henti-hentinya. Dunia semakin mencekam akan adanya pertarungan – pertarungan seperti berikut:

1. Pertempuran antara Rusia dan Turki
Disebabkan oleh penembakan jet Sukhoi Su-24 milik Rusia di Provinsi Latakia, perbatasan Suriah, hari Selasa (24/11) oleh militer Turki. Rusia beberapa kali dianggap melanggar wilayah udara Turki ketika menyerang basis pemberontak maupun ISIS di Suriah, namun pemerintah negeri Beruang Merah menepis kemungkinan pihaknya yang bersalah sehingga ditembak jatuh. Ini adalah insiden udara kesekian kalinya setelah Rusia mulai menggempur Suriah demi membantu sekutunya, Presiden Basyar al-Assad. Sebelumnya, Pemerintah Turki mengirim nota protes pada Rusia setelah satu pesawat tempur mereka melanggar batas wilayah pada Minggu (4/10). Jet itu disebut-sebut berusaha membombardir markas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah utara Suriah, tapi malah memasuki teritori Turki, tepatnya daerah Yayladagi, provinsi Hatay. Angkatan Udara Turki berbekal satu unit pesawat F-16 mengusir jet penyusup itu kembali ke Suriah. Insiden pencegatan jet tempur saat itu berakhir tanpa ada kontak senjata.

2. Arab Saudi dan Yaman
Pertempuran ini disebabkan karena Arab Saudi menyerang Yaman selama 154 hari untuk mengembalikan kekuasaan Presiden buronan Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Agresi yang dipimpin Saudi sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 5.529 warga Yaman, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak. Sehingga tentara Yaman melancarkan serangan rudal Scud di wilayah strategis di provinsi Jizan, pada Rabu (26/8) sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi. Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Sharaf Qaleb Luqman menyinggung serangan udara Saudi terhadap orang-orang yang tidak bersalah, dan keheningan masyarakat internasional yang tidak berbuat untuk Yaman, dan juga tentara Yaman dan pasukan Ansarullah perlu menunjukkan reaksi tegas dan mematikan kepada Al Saud. Seorang analis politik Yaman sebelumnya juga telah memprediksi serangan Scud dengan mengatakan, jika situasi di Yaman terus memburuk, maka Arab Saudi harus menerima balasan tegas atas agresi militernya ke negara itu.

3. Pertarungan antara dua negara bersaudara Korut dan Korsel
Dimulai dengan pelepasan tembakan peringatan oleh Kapal Angkatan Laut Korea Selatan kepada kapal Korea Utara ketika sedang berlayar di dekat perbatasan maritim kedua negara. Tidak ingin wilayah maritim dilanggar, AL Korsel akhirnya memutuskan untuk melepaskan tembakan peringatan. Korut dan Korsel sendiri baru saja kembali berdamai setelah sempat bersitegang selama beberapa hari. Ketegangan terakhir dipicu oleh kebijakan Korsel yang menyiarkan propganda anti-Korut diperbatasan kedua negara, yang dibalas dengan serangan roket oleh Korut.

4. Sengketa Laut Cina Selatan antara A.S dan China
Kedua negara ini sedang di ambang konfrontasi setelah China mengerahkan dua kapal perang untuk mengintai pergerakan kapal perang USS Lassen. Pemerintah China meluapkan kemarahannya kepada Amerika Serikat (AS) yang nekat mengirim kapal perang USS Lassen ke dekat pulau-pulau buatan di Laut China Selatan. Kepulauan Spratly yang menjadi pulau sengketa memang sudah lama menjadi masalah antara China dan negara-negara ASEAN. Namun, AS menganggap wilayah itu sebagai kawasan internasional, di mana negara mana pun bebas bernavigasi. Sengketa LCS ini kini akan dibahas di Mahkamah Internasional.

5. Amerika dengan Kuba
Embargo Amerika Serikat (AS) terhadap Kuba, yang dibahas Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Selasa (27/10/2015), bukan hanya tentang politik internasional bagi Elizabeth Navarro. Situasi ini juga berkaitan dengan sosial kesehatan lantaran pasien kanker kesulitan mengakses obat. Namun Presiden Barack Obama menyampaikan imbauan ke Kongres pada 1 Juli untuk mengakhiri embargo yang melumpuhkan Kuba tetapi Senat yang dipimpin Partai Republik dan Dewan Perwakilan Rakyat bergeming.

6. Peperangan Rusia Amerika dengan ISIS
Perang yg dinobatkan sebagai Peperangan Terpanjang di Abad 20 ini tidak pernah berhenti-henti juga dari Tahun 1979 dan terus bersambung hingga Tahun 2015 dan Melibatkan 2 Negara Raksasa yaitu RUSIA dan AMERIKA. Jika ditotal peperangan daerah Timur Tengah telah menewaskan Lebih dari 3.000.000 Orang. Rusia sempat dipuji oleh media Jerman atas peran militernya yang tetap menganut hukum internasional. Namun Pemerintah AS dalam beberapa kesempatan justru menuding balik aksi militer Rusia yang dianggap memperparah konflik Suriah. AS juga menuding agresi Rusia di Suriah tidak menargetkan ISIS dan telah menyasar warga sipil. Namun, tuduhan itu dibantah Kremlin dengan melansir laporan usai serangan diluncurkan.

7. Perayaan memperingati 70 tahun kemenangan negara pada Perang Dunia II tidak dihadiri para pemimpin barat
Dalam parade militer terbesar sepanjang sejarah Tiongkok pada Kamis (3/9), bangku yang disiapkan untuk para pemimpin Barat kosong, sama seperti pada Mei lalu di Moskow. Di antara 30 tamu kehormataan, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, tak ada satu pun pemimpin Barat yang hadir mewakili Sekutu. Ketegangan akibat sengketa wilayah di sekitar Laut Cina Selatan, rencana untuk mengamandemen konstitusi Jepang yang fokus pada perdamaian, tantangan yang dihadapi Tiongkok terkait kepemilikian Pulau Senkaku yang dikontrol Tokyo, meningkatnya kehadiran militer AS di wilayah tersebut—semua hal itu menciptakan kecemasan tersendiri. Dari konteks sejarah, itu semua bertentangan dengan semangat kerja sama dan kompromi yang digaungkan dalam periode singkat pasca-Perang Dunia II.

8. Cina-Turki bersitegang soal etnis Uighur
Peperangan ini disebabkan karena rangkaian peraturan dan ketatnya pengawasan aparat Cina terhadap umat Muslim diamini seorang etnik Uighur. Kepada BBC, dia mengaku pindah ke Turki dari Xinjiang pada Desember 2014. Bahkan hal ini menyebabkan para demonstran di Turki membakar bendera Cina ketika memprotes perlakuan pemerintah Cina kepada kaum Muslim dari etnik Uighur. Para demonstran membakar bendera Cina, menyerang sejumlah restoran Cina, bahkan mereka dituduh menyerang turis-turis yang disangka berasal dari Cina. Protes dimulai menyusul laporan bahwa umat Muslim dari etnis Uighur di Cina dilarang berpuasa selama bulan Ramadan. Etnis Uighur dari wilayah barat Cina memang berasal dari rumpun etnis dan memiliki ikatan budaya dan agama yang kuat dengan Turki.

9. Polemik Indonesia Australia
Disebabkan adanya Keputusan Presiden Joko Widodo untuk segera mengeksekusi terpidana mati kasus narkoba berbuntut panjang. Hubungan pemerintah Indonesia dengan Australia yang mulai memanas. Pasalnya dua narapidana yang akan dieksekusi adalah warga negara Australia.

Sungguh sangat menakutkan dunia sekarang. Peperangan dimana – mana, mereka sudah tidak peduli lagi dengan akibat yang akan terjadi dengan pertempuran ini, dan tidak mengambil pengalaman dari Perang Dunia ke II.