Gempa – gempa terdahsyat yang mengguncang Indonesia dari awal tahun hingga akhir tahun 2015

Gempa tidak henti – hentinya melanda daerah – daerah di tanah air kita ini hingga minggu kemarin di Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT pada pukul 22:39 WIB.

Dan berikut, kabar gempa yang menyelimuti Indonesia selama tahun 2015 dengan kekuatan yang cukup besar:
1. Pertama diawali dari Gorontalo dengan 5,8 SR pada tanggal 29 Maret terjadi pukul 06.28 Wita berpusat di 40 km barat daya Boalemo, kemudian terjadi gempa susulan pada pukul 10.07 Wita dan pukul 10.57 Wita berkekuatan 3,7 SR. Beruntungnya tidak ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa

2. Yang kedua dan cukup besar adalah gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter di daerah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tenggara pada tanggal 16 Maret 2015. Berpusat pada 58 kilometer timur laut Banggai di kedalaman 10 kilometer. Gempa terjadi pukul 06.17 WIB dan dilaporkan tidak berpotensi tsunami. Pada bulan yang sama disusul wilayah Indonesia barat, terjadi di daerah Pariaman, Sumatera Barat 6,0 SR diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas zona subduksi yang diakibatkan karena proses tumbukan  antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

3. Bulan Mei gempa menggoyang Gunung Sitoli, Nias, Sumut dengan kekuatan 5,8(SR) pada Jumat (8/5), dikabarkan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah bangunan seperti sekolah mengalami retak. Dan 6,1 skala richter di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu hari Sabtu (16/5/2015)juga tidak berpotensi tsunami.

4. Kemudian Juni di Malang sekitar pukul 14.05 WIB berkekuatan 6,3(SR) tidak  ada korban jiwa, namun gempa dilaporkan terasa hingga pulau Bali.

5. Gempa bumi berkekuatan 7,2 skala ritcher terjadi di Kabupaten Memberamo Raya, Papua pada 28 Juli, dan gempa ini merupakan gempa terbesar dan terkuat. Dilaporkan pada hari itu juga 2 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak berat, 1 gudang swasta rusak ringan, 1 rumah sakit bergerak rusak ringan, dan terjadi pergeseran tanah sepanjang sekitar 50 meter, dan 1 orang hilang (hanyut di sungai).

6. Bulan selanjutnya yakni Agustus tepatnya pada tanggal 20 gempa bumi berkekuatan 5,7 skala Richter (SR) mengguncang Kota Ternate, Maluku Utara sekitar pukul 18.00 WIT. Gempa dirasakan cukup kuat oleh warga dan mengakibatkan sebagian warga panik.

7. Pada bulan September ternyata lebih banyak. Rabu, 02 September 2015 gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sabtu, 05 September 2015 terjadi Wilayah Garut, Jawa Barat berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR). Minggu, 13 September 2015 disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR). Rabu, 16 September 2015 terjadi di Halmahera Barat 6,3 scala rithcer (SR) hingga mengguncang Kota Manado. Kemudian Jum’at, 25 September 2015 Gempa bumi 6,8 SR yang mengguncang Kota Sorong dan sekitarnya pada Kamis malam telah menimbulkan kerusakan dan korban luka.

8. Sampai pada bulan November ini, gempa masih menjadi topik hangat bagi masyarakat Indonesia, karena hingga kini masih banyak wilayah Indonesia yang dilanda bencana alam ini. Seperti pada 4 November 2015 gempa 6,2 SR menghancurkan 884 Rumah, dan menimbulkan kerugian Rp49,75 M di Kabupaten Alor, NTT. Kemudian 08 November 2015 gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Mandiling Natal, Sumatera Utara terjadi pukul 16.34 WIB, dan terasa sangat kuat di daerah Padang, Sumatera Barat. Satu hari setelahnya pada 09 November 2015, gempa 6,0 Skala Richetr (SR) menggoyang Kota Sabang, Aceh. 11 November 2015 dengan kekuatan 5,6 skala richter (SR) menyambangi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pukul 18.45 WIB. Dirasakan di Seluruh Kawasan Pantura Jawa Tengah, menyebabkan M Nawawir warga Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Gempa dengan kekuatan 6 SR terjadi di laut pada koordinat 7,48 LS,130.21 BT atau 129 Km Barat Laut Maluku Tenggara Barat dengan kedalaman 78 Km kemarin Rabu, 21 November 2015. Dan masih trending topik adalah Gempa 5.6 skala Richter menggoyang Pandeglang, Banten pukul  21:47:19 WIB, Sabtu malam (28/11/2015). Gempa juga terasa di Sukabumi, Bogor, Depok, Bandung, Serang dan Purwakarta. Intensitas gempa dirasakan tercatat III MMI di Pelabuhan Ratu, II-III MMI di Bandung dan II MMI di Jakarta.

Bahkan karena terlalu dahsyat bencana alam ini, 4.750 Warga Halmahera Barat mengungsi karena dilanda 130 Gempa dalam 16 Jam, 370 Rumah di Halmahera Hancur. Dan guncangan semakin meningkat higga 473 Gempa Guncang Halmahera, sebagai perlindungan dan pencegahan BMKG Pasang Seismometer di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Semoga masyarakat lebih waspada terhadap gempa – gempa susulan maupun gempa yang baru diperkirakan.