Seorang Gadis tewas Disenggol Mobil Polisi

Nama lengkapnya adalah Laiyla Fitriani Ahmad (15), gadis belia yang menjadi kebanggaan keluarga. Ayah gadis tersebut, Guntur Ahmad (53) terlihat tegar menerima sejumlah pelayat di rumah duka, Gang Haji Salim, Radio Dalam, Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Dirinya kembali mengisahkan perjalanan hidup anak pertamanya, Laiyla Fitriani Ahmad (15) yang tewas dalam kecelakaan di underpass Jalan Trunojoyo, Selasa (2/2/2015).
“Dia anak pertama, dan kebanggaan saya. Dari kecil sampai sekarang dia ranking terus. Tapi Allah berkehendak lain ya, Tuhan lebih sayang sama dia,” ujar Guntur di rumah duka, Selasa (3/2/2015).

Selain Prestasi yang amat membanggakan, Laiyla juga dikenal sangat ramah. Sehingga tak heran hampir semua teman dari SD hingga SMU ikut datang untuk melayat jenazah Laiyla.

“Saya juga nggak nyangka, semua temannya pada ke sini, sampe rumah saya yang kecil ini sempet ragu bisa menampung semua. Temen, guru juga, semua pada dateng. Dia memang anaknya baik, temannya banyak,” kata Guntur.

Selama bersekolah, Laiyla memang selalu rutin diantar jemput Guntur. “Padahal sudah dibeliin motor, tapi dia nggak mau pake. Disuruh naik bus juga nggak mau, katanya takut jatuh. Akhirnya saya jemput antar. Nggak apa-apa, karena dia sering membanggakan keluarga. Jadi semacam ada tenaga ekstra tersendiri ya, karena prestasinya banyak,” tuturnya.

Sebelum meninggal dunia, ibunda Laiyla, Ida Farida juga sempat mendapatkan firasat. “Waktu itu istri saya di ruang jenazah bilang ke saya, malam sebelumnya dia bermimpi saya yang meninggal. Tapi kenyataannya anak saya yang pergi,” kata Guntur.

Guntur sudah mengikhlaskan kejadian tersebut, mungkin itu memang sudah menjadi kehendak Tuhan, akan tetapi dia juga berharap agar kasus ini dapat diproses seadil-adilnya.