Ada Kemungkinan Pelantikan Komjen Budi Dibatalkan

Sepertinya akan ada keputusan baru dari Presiden Joko Widodo mengenai pelantikan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan.

Sinyal-sinyal itu tertangkap hari ini. Diawali pemanggilan eks KaBIN Hendropriyono ke Istana Negara hari ini, lalu pernyataan Mensesneg Pratikno.

Hendropriyono datang ke Istana pukul 10.30 WIB. Dia mengaku dipanggil Presiden Jokowi. 15 Menit setelah kedatangan Hendro, Seskab Andi Widjajanto merapat ke tempat yang sama. Andi yang biasanya gampang memberi keterangan, kali ini bersikap sebaliknya. Andi memilih langsung masuk ke dalam Istana.

Entah pembicaraan apa yang didiskusikan antara Hendropriyono dengan Jokowi. Namun sekitar pukl 11.45 WIB, Hendro sudah keluar dari Istana. Tak sepatah pun kata keluar dari mulutnya. Profesor ilmu intelijen itu langsung masuk ke mobil Audi hitam berpelat B 94 dan langsung meninggalkan Istana.

Sekitar 10 menit setelah kepergian Hendro, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tiba di Istana. Tak lama kemudian menyusul secara berturut-turut Komandan Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi.

Tak lama kemudian KaBIN Marciano Norman tiba di Kompleks Istana Kepresidenan. Mantan Pangdam Jaya ini mengatakan bertemu Presiden Jokowi untuk makan siang bersama.

“Datang makan siang bersama,” katanya.

Menariknya, kedatangan Hendropriyono‎ dan seluruh jajaran TNI plus KaBIN ini tidak ada dalam agenda resmi Jokowi. Mungkinkah Jokowi akan memutuskan suatu yang penting?

Pernyataan Mensesneg Pratikno mungkin bisa menjadi gambaran jawaban pertanyaan itu. Ditemui wartawan saat hendak menghadap Jokowi di Istana Negara, Pratikno yang ditanya soal pelantikan Komjen Budi secara tersirat meminta mantan ajudan Megawati itu mengundurkan diri.

“Tentu saja sangat indah kalau misalnya justru, misalnya Pak BG mundur. Itu kan selesai. Kalau tidak mundur berarti dilema antara politik dan hukum ini harus diselesaikan,” kata Pratikno kepada wartawan di Istana Negara, Selasa (3/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

“Apakah artinya Komjen Budi Gunawan harus mundur?” tanya wartawan mencari penegasan.

“Ya kan kita semua tahu tanpa harus saya ucapkan,” kata Pratikno.

Dari pernyataan Mensesneg tersebut telah memberi tanda-tanda kepada publik terkait keputusan Jokowi terkait Komjen Budi. Akankah Presiden Jokowi mengikuti kehendak publik membatalkan pelantikan Komjen Budi?