Press "Enter" to skip to content

Tips Menyeduh Susu Formula Agar Tetap Higienis

Comments

Penyakit pada si kecil seperti diare bisa disebabkan karena salah takar atau botol dan sendok susu tidak higienis. Untuk menghindari hal tersebut, Anda perlu memperhatikan setiap langkah pembuatan susu formula. Mulai dari melihat saran penyajian hingga ​kebersihan ​peralatannya. Nah berikut adalah beberapa tips dan trik agar susu formula yang kita berika kepada buah hati kita senantiasa bersih dan higienis.

1. Cuci tangan dengan sabun

Sebelum membuat susu formula untuk si kecil, sebaiknya biasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bakteri atau virus ​serta kotoran ​yang menempel pada telapak tangan.

2. Rebus botol

Sebelum merebus botol, pastikan botol plastik yang Anda pilih aman untuk si kecil. Pilihlah botol yang Anda gunakan sudah BPA Free dan pilih botol dengan lambang 2HDPE, 4LDPE dan 5PP. Plastik tersebut tidak melarutkan senyawa karsinogenik saat dipanaskan. ​Gunakan panci bersih dengan air secukupnya yang didihkan. Atau gunakan steamer botol susu elektrik.​

3. Gunakan air higienis

Jika botol sudah bersih, Anda tinggal memilih air yang akan digunakan untuk menyeduh susu. Jika tidak menggunakan air kemasan yang steril, rebus air keran hingga mendidih dan campurkan dengan air matang dingin untuk menyeduh susu.

4. Ikuti petunjuk penyajian

Pastikan Anda menyeduh susu formula dengan takaran susu dan air yang sesuai dengan yang tertera di kemasan. Tuang air hangat matang sesuai dengan anjuran kemudian baru tambahkan susu formula sesuai dengan saran penyajian. Jangan menyeduh susu dengan air panas karena dapat merusak kandungan protein dan zat gizi lain dalam susu.

5. Buang sisa susu

Tak jarang si kecil menyisakan susu yang diberikan. Susu yang sudah dikonsumsi dan bersisa tidak boleh diminum kembali jika sudah lebih dari satu jam. Jika hal ini terjadi sebaiknya buang susu formula karena ini dapat menumbuhkan mikroorganisme yang dapat membuat sakit si kecil.