Press "Enter" to skip to content

Gembong Narkotika WN Inggris Akan Dieksekusi di Indonesia

Comments

Para gembong narkotika yang berasal dari negara-negara lain akan menghadapi eksekusi mati di Indonesia yang diultimatum oleh Presiden Joko Widodo. Seperti WN Australia Andrew-Myuran yang mengajukan PK kedua dan WN Brasil Rodrigo Gularte yang pura-pura gila.

Kali ini ketakutan juga tidak bisa disembunyikan dari benak gembong narkoba dari Inggris, Lindsay Sandiford. Nenek pembawa 4,7 kg kokain itu menyurati media Inggris, BBC dan menceritakan ketakutannya.

Lindsay meminta Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond untuk menyediakan atau mendanai pendampingan hukum. Dia mengaku saat ini tidak punya pengacara dan tidak mampu membayar jasa pengacara. Akibatnya, menurut Lindsay, dia tidak punya peluang untuk melakukan langkah hukum secara optimal agar hukuman matinya dibatalkan dan grasinya diperjuangkan.

Lindsay menyelundupkan 4,7 kg kokain ke Bali pada 19 Mei 2012. Ia mencoba menembus penjagaan ketat petugas Bandara Ngurah Rai dengan cara menyembunyikan kokain di dinding koper. Atas perbuatannya, ia dihukum mati baik di tingkat pertama, banding, kasasi hingga PK. Hukuman mati itu jauh lebih berat dibanding tuntutan jaksa selama 15 tahun.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa seorang anggota staf telah diberhentikan sementara hingga investigasi dugaan ini. Ini kami anggap amat serius,” kata seorang juru bicara Kantor Hubungan Luar Negeri di London, Inggris.

Jaksa Agung Prasetyo sebagai algojo tengah mempersiapkan regu tembak dan mencari waktu yang tepat untuk mengeksekusi mati 6 warga negara asing dan 1 WNI. Setelah itu, Prasetyo akan mengeksekusi mati seluruh gembong narkoba sebagaimana perintah Presiden Jokowi yang menolak seluruh grasi gembong narkoba itu.