Press "Enter" to skip to content

Omset Batu Akik Menggiurkan Bisa 25 Juta per hari

Comments

Sejak tahun 2014  penjualan batu akik kini semakin  meningkat pesat, Hal ini diakui oleh Uje (25) seorang pedagang batu akik di Jakarta Gems Center (JGC), Rawa Bening, Jakarta Timur, Sabtu (31/1/2015).  Sehari omzet minimal yang bisa didapatkan  sebesar Rp 4 juta per hari. Sedangkan, jika sedang hari baik  omzet bisa mencapai Rp 25 juta per hari.

Bisnis batu akik itu bisa ramai sekali, Rata-rata sebulan bisa lah Rp 100 – 200 juta. Tapi kalau punya produk bagus bisa langsung laku 100 juta. Kemarin saja saya baru jual bahan Batu Bacan 5 kg seharga Rp 500 juta,” kata Toto penjual batu Akik

Bisnis batu akik ini membuka lahan pekerjaan bagi sejumlah orang di daerah-daerah galian maupun pengrajin batu akik seperti di Sukabumi. Bisnis ini itu mengurangi pengangguran. Mulai dari penggali hingga pengrajin. Karena banyak di daerah yang tidak punya modal tapi punya bahan.

Awalnya jenis Batu Bacan yang ramai, baru merembet ke mana-mana seperti Pacitan, Kladen, dan lain-lain. Seperti jenis Kladen kalau dulu harganya di bawah, sekarang bisa naik sampai  jutaan.

Omzet menggiurkan ternyata tidak membuat para pedagang sepenuhnya tersenyum. karena  ada sejumlah permasalahan yang kerap menghambat nafas bisnis mereka. Salah satunya adalah teknologi pemolesan/pengolahan batu akik yang masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga seperti Thailand.

Indonesia sendiri belum ada alat canggih untuk mengolah batu akik. Di Bangkok saja ada alat canggih untuk mengolah batu akik tetapi harganya diatas Rp 1 miliar, para pengrajin sendiri tidak mampu.

Alat yang selama ini  dipakai para pengrajin  dirakit dan cuma seharga  Rp 6 juta yang mampu menghasilkan hingga ratusan batu olahan. Kemudian lebih bagus hasilnya, mau opal, segitiga bulat, bisa. Kalau manual kan pasti ada kurangnya seperti tidak simetris.

Ladang bisnis batu akik ternyata tidak hanya laku di pasar lokal saja, melainkan juga di pasar dunia, khususnya Tiongkok.Pedagang di JGC yang sering melakukan ekspor ke negeri tersebut.