Press "Enter" to skip to content

Gaji 75 Juta itu Terlalu Besar Menurut Kepala Dinas DKI

Comments

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Perdagangan DKI Joko Kundaryo  mengatakan  Gaji pegawai negeri sipil (PNS) DKI yang ditambah dengan tunjangan kinerja dinamis (TKD) dinilai terlalu besar dan tidak sebanding dengan pekerjaan para pegawai.

Pegawai  bekerja sekitar 7,5 jam dan lima jam efektif bekerjanya. Kalau dimenitkan, ada lima jam kerja dikali 20 hari kerja, dikali 60 menit, sehingga dalam sebulan sekitar 600 menit. Waktu itulah yang akan dikonversi terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dicapai setiap harinya. Dengan pekerjaan mengetik surat, sudah dibobotkan mulai ringan, sedang, dan berat. Itu yang akan dipoinkan menjadi TKD dinamis.

Sebagai kepala dinas, Joko bisa mendapat gaji sebesar Rp 75.642.000. Meski demikian, Joko menyerahkan sepenuhnya sistem dan pelaksanaan program tersebut kepada satuan kerja perangkat daerah yang berwenang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengambil kebijakan peningkatan gaji PNS ini untuk mengalihkan nilai honorarium yang dipangkasnya. Sedangkan  nilai honorarium di APBD DKI menghabiskan 30-40 persen dari total APBD.

Untuk besar potongan terdiri, alpa 5 persen, izin 3 persen, sakit 2,5 persen, serta datang terlambat dan cepat pulang perhitungan pemotongannya sekitar 3 persen. Sementara TKD dinamis dihitung berdasarkan pekerjaan pegawai. TKD ini dihitung dari berapa persen pegawai itu mampu menyelesaikan pekerjaannya.