Jusuf Kalla Rencanakan Pembangunan Sejuta Rumah Setiap Tahun

Wakil Presiden Jusuf Kalla merencanankan program pembangunan sejuta rumah setiap tahun, dimulai dari 2015. Pembangunan satu juta unit  rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah menentukan angka kekurangan rumah penduduk Indonesia adalah 7,6 juta unit. Angka ini merupakan kebutuhan kepenghunian, yang artinya bisa dipenuhi melalui pemembangunan hunian dengan sistem sewa.

Khusus rumah MBR, pemerintah menargetkan membangun 603.516 unit. Angka ini dibagi kepada lima pelaku pembangunan, antara lain pemerintah (98.300 unit), Perumnas (36.016 unit), pengembang (403.800 unit), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS (35.400 unit) dan pemerintah daerah (30.000).

Sedangkan untuk rumah non-MBR pemerintah menargetkan pembangunan 200.000 unit yang akan dilaksanakan oleh Realestat Indonesia (REI). Adapun sisa rumah non-MBR, yaitu 146.484 akan dibangun oleh masyarakat dan pengembang.

Pertanggung jawaban kepenghunian dalam bentuk sewa ini, diserahkan kepada pemerintah. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan nantinya pihak swasta masuk dalam konteks sewa.