Warga Yogyakarta Desak Pembangunan Hotel Dihentikan Karena Rumah Retak

Warga di Ngadiwinatan, Kelurahan Ngampilan, Kota Yogyakarta, resah setelah sebagian rumah warga  mengalami retak-retak akibat getaran alat berat yang digunakan untuk pembangunan hotel.

Rusdiono (50) mengatakan Rumah warga yang dindingnya retak terdapat di dua wilayah, yakni di RT 58 dan RT 59. Dua RT itu jaraknya sekitar 15-20 meter dari lokasi pembangunan hotel.

Pembangunan hotel di Jalan Pajeksan Kota Yogyakarta juga mengakibatkan tembok pagar SMP Negeri 3 Yogyakarta yang dulu merupakan sekolah Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X Nyaris ambruk.

Melihat kondisi tembok retak dan dapat membahayakan siswa, pihak sekolah pada 19 Januari 2015 lalu melayangkan surat kepada walikota Yogyakarta untuk memperhentikan pembangunan hotel.

Dinding rumah warga retak akibat getaran dari alat berat pembangunan hotel. Pasalnya, getaran sangat terasa dan bahkan sempat menjatuhkan dua televisi miliknya yang berada di dalam rumah. Belum lagi katanya pihak  hotel akan membuat sumur bur cukup dalam sehingga membuat Sumur warga terancam “asat” .

Pembangunan hotel dimulai sekitar Maret tahun lalu. Selama ini, pihak hotel belum pernah meminta izin ke warga ketika akan menggunakan alat berat. Bahkan, sosialisasi kemasyarakat akan ada pembangunan hotel pun tidak merata.