Para Koruptor Senang Kalau KPK dan Polri Saling Berkelahi

“Polemik saling sandera antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri akan berimbas buruk kepada pemberantasan korupsi di Indonesia” tutur Pengamat hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar.

Menurut Zainal, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, Bambang mestinya mundur dari jabatan pimpinan KPK. Dengan demikian, pimpinan KPK tersisa tiga orang saja. Namun menurut dia, kondisi ini berbahaya untuk pemberantasan korupsi.

“Apalagi beredar kabar jika Abraham Samad juga akan dibawa ke ranah etik atas apa yang diungkap Hasto Kristianto itu,” lanjut Zainal.

Zainal menegaskan bahwa persoalan yang saat ini terjadi bukan persoalan penegakan hukum bagi Bambang atau Abraham, bahkan Budi Gunawan. Menurut Zainal, kejadian ini seolah-olah seperti proses penegakan hukum, padahal diliputi sentimen antarinstitusi.

Seharusnya, lanjut Zainal, KPK dan Polri sama-sama bisa mengedepankan langkah-langkah yang mendukung penguatan pemberantasan korupsi, bukan malah sebaliknya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap Bambang, Jumat pagi. Penangkapan Bambang dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pilkada Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi 2010.

Penangkapan ini disebut Polri sebagai tindak lanjut atas laporan dari masyarakat. Laporan itu diterima Polri pada tanggal 19 Januari 2015. Dalam laporan disebutkan, ada beberapa saksi yang diminta memberikan keterangan palsu di MK.