Penjualan Elpiji 12 Kg Mulai Meningkat Karena Harga Turun

Daya beli masyarakat meningkat saat PT Pertamina (Persero) menurunkan harga elpiji 12 kg. Bahkan permintaan elpji ditingkat pengecer bergerak naik.

Sementara  pihak agen menilai turunnya harga belum berdampak signifikan. Bisnis elpiji 12 kg mengalami kelesuan setelah harga naik menjadi Rp 135.000,/ tabung.  Kondisi itu secara otomatis membuat masyarakat banyak beralih ke elpiji ukuran 3 kg.

Seorang penjual elpiji 12 kg, Supriyo warga Dusun Gedongan Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Bantul, Kamis (22/1), mengakui minat konsumen memakai elpiji 12 kg turun setelah  harganya naik jadi Rp 135.000,. “Pada saat harga naik, permintaan terhadap elpiji 12 kg sangat berkurang,” ujar Supriyo.

Kondisi makin sulit ketika pemerintah menambah jumlah kuota elpiji 3 kg. Dalam kondisi seperti itu konsumen akan berfikir realistis dengan memanfaatkan elpiji yang lebih murah. “Sama -sama menyala tidak ada bedanya antara 3 kg dan 12 kg, tentu konsumen memilih yang 3 kg,” ujarnya.

Disisi lain Bendahara Agen Elpiji  PT Laras Gunita, Srimulyo Piyungan Bantul, Puji Pras, Kamis (22/1) mengatakan, setelah elpiji 12 kg harganya naik, daya beli masyarakat terus merosot. Hal itu bisa dilihat dari persediaan yang selalu tersisa. Menurut Puji, keadaan seperti itu secara tidak langsung membuat agen tidak berdaya.