Pemerintah Harus Membatasi Batas Maksimal Harga Bahan Pokok

Suplai pasokan yang tidak mencukupi mengakibatkan ketidakstabilan harga kebutuhan pokok disaat penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga membutuhkan sebuah formulasi untuk menjaga kestabilan dari bahan pokok tersebut.

Ketua LP3ES Didik J Rachbini di Jakarta, Kamis (22/1/2015) menuturkan “Instrumen itu harus dan itu wajib. Stabilitas bahan pokok itu tidak hanya soal BBM, kalau beras itu suplainya banyak dan jembatannya tidak putus. Sehingga kalau suplainya bagus, yang menyebabkan harganya tidak naik,”.

Oleh karena itu, Didik menjelaskan pemerintah harus menerapkan peraturan yang memungkinkan untuk mengatur harga eceran. Dengan demikian, akan terdapat sebuah regulasi yang akan menentukan batas atas harga eceran.

“Peran seperti itu memang harus dilakukan Pemerintah, kalau beras terlalu rendah petaninya akan rugi, karena mereka membeli pupuk, bibit dan banyak hal. Kalau petani rugi, maka petani tidak akan produksi yang tentunya tidak akan ada produksi beras dan harganya akan selangit,” kata dia.

Dalam penutupannya Didik juga menuturkan “Jadi stabilitas itu ada di antara harga bawah dan harga tertinggi. Kalau terlalu tinggi konsumen yang menjerit, jadi harus seperti itu dan sudah ada platformnya seperti dahulu,”.