Jokowi Dengar Curhatan Kepala Daerah Saat Kumpul di Istana Negara

Hari ini Presiden Joko Widodo telah mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota seluruh Indonesia di Istana Bogor. Pertemuan ini adalah yang kedua kalinya dilakukan Jokowi untuk mensinergikan kebijakan pusat dan daerah.

“Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan konsolidasi, organisasi, dengan gubernur, kajati, kapolda, danrem, pangdam, dan sekarang dengan bupati. Karena otonomi, (pertemuan) tidak hanya setahun sekali, bisa 2-3 kali terutama dalam rangka menyamakan visi dan gagasan,” ujar Jokowi saat membuat rapat koordinasi.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional RPJMN tahun 2015-2019 pada 18 Desember lalu di Hotel Bidakara. Pelaksanaan rakor ini melibatkan peran dan kerja sama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Di dalam rapat ini, Jokowi mengungkapkan sejumlah target pemerintah. Salah satunya adalah target pertumbuhan ekonomi tahun 2015, yakni 5,6-5,8 persen.

“Ini adalah sebuah target yang pesimistis juga tidak, optimistis juga tidak,” imbuh dia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam laporannya menyinggung sejumlah isu penting terkait kepala daerah. Salah satunya, yakni pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

“Saat ini Perppu Pilkada sudah disahkan oleh DPR dan sedang dibahas kembali,” ucap Tjahjo.

Selain itu, Tjahjo juga memaparkan agenda prioritas pemerintahan dan pembangunan yang mencakup kedaulatan pangan, infrastruktur, kelautan, sumber daya alam, energi, hingga masalah perizinan.

Total kepala daerah yang yang hadir, yakni 416 orang bupati dan 98 orang wali kota. Rencananya, rapat akan berlangsung hingga petang hari. Karena Presiden ingin mendengar semua curahan hati dari setiap kepala daerah, rakor yang lebih mirip dialog ini pun akhirnya dibagi ke dalam lima kelompok.