Karena Balas SMS Saat Nyetir, Mata Gadis Ini Buta Permanen

Nomofobia, adalah sebuah perasaan takut berlebihan jika kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler (ponsel). Itulah yang mungkin dialami oleh seorang gadis siswi sekolah menengah atas Liz Marks (20) dua tahun yang lalu. Tiap detik, menit, bahkan jam, telepon genggam selalu berada di dekatnya. Namun, kondisi ini berubah semenjak kecelakaan yang nyaris merenggut nyawanya.

Saat berusia 18 tahun, Marks sedang menyetir mobil di Maryland, Amerika Serikat. Kala itu, sebuah pesan singkat masuk atau SMS dalam ponselnya dan Marks memutuskan untuk membalasnya. Tak sadar bahwa apa yang dia lakukan sangat membahayakan keselamatan dirinya, mobil Mark mengalami kecelakaan parah dan menyebabkan salah satu matanya mengalami buta permanen.

Selain itu, Marks juga tak dapat mencium (membaui), menangis, atau tidur tanpa obat-obatan. Dirinya mengaku bahwa kini tak ada lagi orang yang mau berteman dengannya. “Aku kira hal itu tak mengapa (membalas pesan singkat saat berkendara), tapi nyatanya, aku jelas salah,” ujar Marks.

Sang ibu, Betty Marks, mengatakan, “Kami tidak menentang telepon genggam, tapi kami mencintai anak kami,” Saat ini, pasang ibu anak ini aktif berperan dan mendukung gerakan anti beraktivitas dengan ponsel saat berkendara.

Setiap harinya sekitar lebih dari sembilan orang tewas dan 1.153 orang mengalami cidera dikarenakan tidak fokus saat berkendara. Larangan untuk tidak membalas SMS, chatting, dan aktivas yang melibatkan ponsel sudah digalakkan di beberapa negara di dunia. Namun, kenyatannya, masih banyak orang yang menganggap remeh larangan tersebut dan memandangnya sebagai hal yang lumrah untuk dilakukan saat sedang menyetir.

activate javascript