Tim Penyelam Temukan Black Box Saat Gelombang Laut Tinggi

Kapal KN Jadayat saat membawa  tim SAR untuk mencari Black Box pesawat AirAsia QZ8501 pada tanggal 12 Januari 2015 untuk flight data recorder (FDR) dan 13 Januari 2015 untuk cockpit voice recorder (CVR) terbilang tak mudah. Dengan Cuaca dan kuatnya arus laut jadi faktor penghambat utama pencarian kotak yang bisa menguak tabir kecelakaan pesawat naas itu.

Dengan pengakuan Direktur Kenavigasian Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono, yang bertindak selaku Koordinator Tim Operasi SAR di Kapal KN Jadayat bahwa kondisi cuaca dan arus laut sangat itu tak bersahabat.

Saat itu kondisi gelombang laut di area pencarian kotak hitam sulit diprediksi. Bahkan Kapal KN Jadayat hanya memiliki waktu dari pukul 05.30 WIB sampai pukul 10.30 WIB untuk melakukan pencarian. Saat itu, gelombang laut bisa mencapai 5 meter dan sangat membahayakan penyelam.

Pada hari ke-16 dan ke-17 pencarian, tim SAR yang berada di Kapal KN Jadayat berhasil menemukan kotak hitam. Para anggota tim pun bersukacita karena berhasil menemukan target untuk menguak kecelakaan pesawat AirAsia.

Dengan menyebut keberhasilan tim menemukan kotak hitam dibantu oleh “tangan Tuhan” alias kehendak Sang Mahakuasa. “Ada ‘tangan Tuhan’ di situ dengan cuaca dan arus laut sangat luar biasa tetap berjuang untuk menemukan Kotak Hitam.