Press "Enter" to skip to content

Ahok Marah Buruh Ngotot UMP Naik

Comments

Beberapa waktu silam para buruh melakukan unjuk rasa menuntut perbaikan kesejahteraan. Mereka berunjuk rasa di balai kota DKI menemui Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengenai kenaikkan UMP.

Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah dan geram dengan perwakilan buruh tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu menuntut Upah Minimum Provinsi (UMP) naik menjadi Rp 3.050.000/bulan. Ahok tetap tidak terima penjelasannya tentang komponen hidup layak (KHL) di DKI Jakarta.

Ahok menerima perwakilan dari buruh dan elemen buruh yang berdemo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014). Pertemuan tertutup berlangsung di ruangan Ahok di lantai 2. Sekitar 25 Buruh ikut pertemuan tersebut.

Dalam rapat, suara Ahok terdengar meninggi tanpa emosi. Informasi dari salah satu yang hadir di ruang rapat, Ahok sempat menggebrak meja. Hal ini karena terkait KHL. Beberapa buruh memperdebatkan perhitungan KHL di Jakarta lebih rendah dari Tangerang.

Demo buruh menuntut kenaikan UMP selalu berulang setiap bulan September-Oktober-November. UMP DKI Jakarta saat ini sekitar Rp 2,4 juta. KSPI menuding perhitungan KHL yang dilakukan pemprov keliru. Sebab, hasil perhitungan KHL mereka berbeda dengan pemprov. “Kalau hasil survei dari Pemda DKI pengolahan datanya benar, maka saya yakin, UMP Jakarta seharusnya Rp3,1 juta,” tandas Rusdi.

Sebelumnya, Ahok menjelaskan perhitungan UMP DKI Jakarta sudah melalui survei KHL yang dilakukan oleh Pemprov DKI. Selain itu, penentuan KHL harus disesuaikan dengan proyeksi inflasi tahun depan.

Para Buruh berharap Pak Ahok yang saat ini berstatus pejabat sementara dan tidak lama lagi menjadi pejabat tetap bisa merealisasikan kenaikan upah buruh demi kesejahteraan buruh yang kebutuhan hidup selalu meningkat.