Rupiah Berpeluang Menguat dengan Lemahnya Indeks Dollar AS

Riset  yang dilakukan oleh Samuel Sekuritas Indonesia pagi ini, “Rupiah berpeluang menguat hari ini dengan lemahnya indeks dollar AS,” dengan  mempertahankan BI rate di 7,75 persen. Kemungkinan rencana pemangkasan lanjutan harga BBM jenis premium belum memberikan sentimen positif terhadap rupiah.

Turunnya indeks dollar AS di pasar global menjadi sentimen positif bagi mata uang Garuda di tengah penantian pelaku pasar atas besaran suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate.

Karena Buruknya angka penjualan ritel Amerika Serikat memberi alasan bagi indeks dollar AS untuk turun semalam waktu Indonesia. Dengan dollar AS yang melemah, walaupun industrial production Zona Euro tumbuh negatif, euro berhasil untuk menguat.

Dengan buruknya  data AS juga mendorong imbal hasil US Treasury 10 tahun untuk turun ke 1,86 persen walaupun harga minyak Brent berhasil naik 4 persen hingga dini hari tadi. Initial jobless claims AS ditunggu malam ini dan diperkirakan tetap.

Rupiah kemarin melemah semenjak pembukaan walaupun mayoritas mata uang di Asia berhasil menguat terhadap dollar AS. Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan turunnya IHSG serta naiknya imbal hasil SUN pada hampir semua tenor.