Menuai Kontroversi, Aktor Muslim Perankan Yesus dalam Sebuah Miniseri Terbaru

Pada sebuah rencana penayangan miniseri yang menceritakan kehidupan Yesus Kristus yang didasarkan pada buku karya Bill O’Reilly dan Martin Dugard, Para Produser dan para pemerannya dipaksa untuk bertahan dari berbagai terjangan kritik.

“Dalam Islam, kami meyakini Yesus sebagai seorang nabi dan menghormati ajarannya. Kami bahkan memuliakan Yesus sama seperti kami memuliakan Nabi Muhammad. Sayangnya, banyak orang yang tak memahami itu,” kata Sleiman saat berbicara dalam tur Asosiasi Kritikus Televisi.

“Sebagai orang yang dibesarkan sebagai Muslim, saya merasa terhormat (memerankan tokoh Yesus). Secara pribadi, ajaran Yesus juga membentuk diri saya. Saya tak bisa berbicara mewakili Yesus, tetapi saya bisa mengutip ajarannya, yaitu cintailah sesama manusia seperti kau mencintai dirimu sendiri,” tambah Sleiman.

Para produser miniseri berjudul Killing Jesus itu bersikukuh film ini akan “sangat berbeda” dari film-film televisi atau layar lebar yang mengisahkan kehidupan Yesus. Sebab, film ini akan banyak menyoroti masa-masa kehidupan Yesus dan tidak melulu menyoroti sosok dan pandangan Yesus.

“Film ini mengisahkan hal-hal di balik layar terkait kehidupan dan kematian Yesus,” kata penulis naskah, Walon Green.

Produser eksekutif film ini adalah Ridley Scott, yang film terbarunya Exodus: Gods and Kings juga menuai banyak kritik. Salah satu kritik yang menyerang Scott adalah pemilihan dua aktor kulit putih Christian Bale dan Joel Edgerton untuk memerankan orang-orang Mesir dalam film tersebut.

Meski banyak menuai kritik, para pendukung miniseri ini yakin film terbaru tentang Yesus ini akan menuai pujian umat Kristen di seluruh dunia.

“Para penonton non-Kristen akan menyukai film ini. Penonton bisa ikut terlibat dalam kisah tentang manusia bernama Yesus dan tentang akar kehidupan Yesus,” ujar aktor Kelsey Grammar yang memerankan Raja Herodes.

Miniseri ini akan terdiri dari empat episode dan akan ditayangkanNational Geographic pada musim gugur tahun ini.

Haaz Sleiman adalah seorang aktor AS berdarah Lebanon. Dia lahir dan dibesarkan di Lebanon sebelum pindah ke AS saat berusia 21 tahun.

Diprediksikan bahwa Film yang diproduksi pada 2008 ini mendapat banyak pujian dan masuk nominasi film terbaik di sejumlah penghargaan perfilman, seperti Screen Actors Guild Award dan Oscar.