Perwira Polda Sulteng dituding Terima Suap 200 Juta

Salah seorang oknum perwira Polda Sulteng diduga menerima suap Rp 200 juta untuk menghentikan kasus Penudingan  penambangan ilegal (illegal mining) oleh Lembaga Aset dan Prilaku Pejabat Sulteng ( LAPPS) di Desa Batusuya, Kabupaten Donggala yang melibatkan Direktur PT Mutiara Alam Perkasa Abbas Adnan bakal dihentikan penyidikannya atau SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyedikan) oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Tudingan itu disampaikan oleh aktivis LAPPS, Ahwan Ahmad melalui rilis pers yang disampaikan ke Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu di Jalan Rajawali 28, Kota Palu, belum lama ini.

Ahwan mengaku dapat bocoran rekaman suara pengakuan yang diduga mirip tersangka kasus illegal mining, Abbas Adnan yang telah memberikan sejumlah uang kepada oknum polisi. Namun, sayang, Ahwan Ahmad tak merinci secara detail soal waktu rekaman itu diambil.

Kendati tersebut Polda Sulteng telah mengadakan gelar perkara terkait kasus ini, dan nanti akan dikoordinasikan dengan Kejati. Setelah di Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kepada Kepala Bidang Humas Polda Sulteng Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Suprapto menyatakan bahwa tudingan itu baru pengakuan sepihak. Sementara itu, terkait isu bahwa Polda Sulteng akan mengeluarkan SP3 atas kasus ini, Hari membantahnya.