Berkat Gigi Emas, Warga Korea Selatan Korban AirAsia QZ8501 Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jasad korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Dua di antaranya berhasil dikenali dari gigi emasnya.

Kyung Hwa Lee, perempuan, 34 tahun, adalah salah satu jasad yang telah teridentifikasi, warga negara Korea Selatan. Lee dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa jenis kelamin, usia, serta properti berupa bra khusus untuk menyusui dengan datapostmortem-nya.

“Data itu diperkuat dengan data primer, yakni kecocokan antara data antemortem tambalan gigi berbahan emas dengan datapostmortem,” ujar Ketua Tim DVI Kombes Budiyono.

Jasad kedua diketahui bernama Seong Beom Park, laki-laki, 37 tahun, warga negara Korea Selatan. Park dikenali berdasarkan pencocokan antara antemortem berupa usia, jenis kelamin, serta properti, yakni gendongan bayi dengan postmortem.
“Hal itu juga diperkuat dengan pencocokan antara data antemortem, yakni foto panoramic gigi tambalan berbahan emas korban dengan data postmortem,” lanjut dia.
Berdasarkan manifes pesawat, Lee dan Park adalah sepasang suami istri. Keduanya diketahui membawa bayi mereka yang masih berusia satu tahun. Meski demikian, sang bayi belum ditemukan hingga saat ini.
Adapun jasad ketiga yakni diketahui atas nama Vera Chandra Kho, perempuan berusia 19 tahun dengan label jenazah B037. Vera dikenali dari kecocokan data sekunder, yakni jenis kelamin, usia, dan properti anting antara data antemortem dengan postmortem.
Hasil indentifikasi atas tiga jasad tersebut, maka tim DVI sampai saat ini telah berhasil mengidentifikasi 32 jasad dari 48 jasad yang masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Yang mana, 29 dari 32 jasad tersebut telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing untuk dikebumikan atau diperabukan.