Densus 88 Berhasil Temukan 4 Rekan Pelaku Teroris Poso

Lima pelaku teroris yang diketahui sebagai anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, di Poso, Sulawesi Tengah telah berhasil ditangkap oleh Densus 88 bersama anggota Polda Sulawesi Tengah. Dalam penangkapan tersebut, seorang pelaku teroris tewas akibat tertembak.

Teroris yang tertambak iketahui bernama Ilham Syafii yang tertangkap di Desa Bungadidi, Dusun Beringin, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/1/2015). Saat berusaha bersembunyi di kawasan perkebunan, dan mencoba melawan polisi dengan melepaskan tembakan.

Ilham memiliki peran sebagai pendukung pendanaan teror bagi kelompok MIT. Ia juga terlibat dalam pelatihan militer bersama kelompok Santoso dan Daeng Koro.

Saat pelaku dilumpuhkan, petugas menemukan barang bukti berupa 1 pucuk pistol jenis Browning Hi Power Automatic kaliber 9 mm. Kemudian, 5 butir peluru, 1 buah ponsel, 1 pisau lipat.

Sedangkan Teroris lainnya yang ditangkap antara Ipul alias Saiful Jambi, warga Kayamanya Lorong, Masjid Nurul Fala, Kampung Wotu, Kabupaten Poso. Agus mengatakan, Ipul terlibat dalam kasus Tadrib 2010 di daerah Topoyo, Sulawesi Barat. Ia diketahui bersama-sama membuat bom dengan Oca, tersangka yang lebih dulu ditangkap.

Pelaku ketiga yaitu, Rustam alias Ape, yang tinggal di Jalan Pulau Sabang, Kayamanya. Rustam memiliki keterlibatan dalam membantu mengurus pembelian logistik bagi kelompok MIT. Ia juga membantu pengurusan keuangan dan pemberi dana dalam operasi di Tuturuga, Morowali, serta membantu pelarian DPO teroris.

Hasan dan Ros yang terakhir di temukan yang  Keduanya ditangkap pada pukul 14.15 Wita dengan  barang bukti berupa uang tunai berjumlah Rp 23 juta. Keduanya terlibat dalam menerima dan mengirim dana kepada kelompok Santoso dan mendukung logistik kelompok teroris.