Warga Jerman Dari Berbagai Agama Sedih Ketika Gadis Pemberani Tugce Meninggal

Pada 28 November lalu hal mengejutkan terjadi di Jerman, publik Jerman sedang berduka akan kematian seorang gadis muslim bernama Tugce Albayrak.

Tugce adalah seorang gadis berusia 23 tahun yang tinggal di Waechtersbach, negara bagian Hesse. Hal menyedihkan ini terjadi ketika pada 15 November lalu, saat Tugce terlibat adu mulut dan baku hantam dengan para tersangka yang melakukan pelecehan seksual di sebuah toilet restoran cepat saji di kota Offenbach, dekat Frankfurt kepada dua perempuan malang.

Kemalangan dialami gadis muslim ini, karena kejadian mengerikan terjadi ketika para pria pelaku pelecehan seksual itu melakukan serangan brutal kepada Tugce di lapangan parkir. Saat itu seorang tersangka yang diketahui bernama Senal M melakukan pukulan fatal yang membuat Tugce terbanting ke tanah dan tak bergerak hingga hal itu membuat koma selama dua pekan sebelum akhirnya tim dokter menyimpulkan jika mahasiswi keguruan itu tak akan pernah sadar karena mengalami mati otak.

Namun tepat di hari ulang tahun Tugce ke-23, dengan berat hati kedua orangtua Tugce akhirnya menghentikan alat penopang kehidupan. Karena aksi berani Tugce tersebut, hal ini mengundang kepedulian Jerman dan global. Bahkan Presiden Joachim Gauck menyebut Tugce sebagai sosok teladan yang sangat berani hingga sebuah petisi yang ditanda-tangani 100 orang mendesak Tugce untuk meraih Order of Merit, penghargaan tertinggi Jerman sebagai pahlawan.

Hinga di hari pemakaman, seluruh warga Jerman dari berbagai agama dan budaya turut menangis akan kepergian gadis Muslim pemberani itu.

Keberanian gadis Jerman ini patut dicontoh, demi menyelamatkan orang yang terkena musibah, Tugce rela mengalami hal mengerikan ini, hingga harus merelakan kehidupannya. Tak heran jika masyarakat Jerman hingga global ikut sedih ketika Tugce harus menghembuskan nafas terakhirnya.