Sebelum Terbang, Brifing FOO dan Pilot itu Penting

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kantor maskapai penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Dalam inspeksi mendadak itu, Jonan menemukan sejumlah maskapai tidak menjalankan prosedur dengan baik dan benar.

Di kantor maskapai AirAsia,  Jonan mendapati tidak ada tatap muka antara pilot yang akan terbang dan petugas operasional penerbangan (FOO) , tatap muka itu penting dan tak hanya terkait dengan prediksi cuaca. FOO juga harus melihat apakah pilot yang akan terbang itu segar atau tidak, sehat atau tidak. Dengan tatap muka, itu akan ketahuan,” kata Jonan.

Dalam dunia penerbangan Persoalan brifing sebelum penerbangan  FOO dan Pilot sangatlah penting , karena sudah dijelaskan  Bagian 121 Regulasi Keselamatan Penerbangan Sipil (CASR 121) yang merupakan bagian dari Keputusan Menteri Perhubungan RI Tahun 2012 Pasal 121.595 Subbagian U dari CASR tersebut ditegaskan, tak seorang pun diizinkan menerbangkan pesawat sampai seorang FOO secara spesifik memberikan otorisasi untuk terbang.

Kemudian dalam Pasal 121.599 juga ditegaskan, seorang FOO tidak diperkenankan melepas pesawat untuk terbang, kecuali dia sudah benar-benar memahami laporan dan prakiraan cuaca di sepanjang rute penerbangan pesawat.

Dalam inspeksi mendadak Menteri Perhubungan Membuat kaget semua penjabat disetiap maskapai  di Bandara Soekarno-Hatta, untuk Soal Brifing antara FOO dan Pilot  Jonan menduga untuk menghemat biaya operasional penerbangan di sebagian maskapai Brifing tidak di jalankan.

Perhatian utamanya adalah keselamatan penumpang. Oleh karena itu, semua prosedur penerbangan demi keselamatan penumpang harus dipenuhi semua operator.