Duka Mendalam Owner AirAsia Dalam Pemakaman Pramugara Di Klaten

Jenazah Wismoyo Ari Prambudi (24) atau yang sering dipanggil Yoyok adalah salah seorang pramugara yang ikut menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501, telah tiba di rumah duka di Jetak Lor, Bareng Lor, Klaten Utara.

Suharno dan Sri Sumingsri yang merupakan orang tua dari almarhum tidak kuasa menahan air mata ketika melihat sebuah peti jenazah berisi jasad putra mereka, Wismoyo Ari Prambudi, Minggu (4/1/2015) malam.

Owner AirAsia, Dato Kamarudin bin Meranun, menyampaikaan sambutan dalam upacara pelepasan jenazah Wismoyo Ari Prambudi. Dengan isak tangis, Kamarudin menyampaikan duka 15 ribu karyawan maskapai AirAsia dan memintakan doa untuk lima awak AirAsia QZ8501 lainnya yang hingga kini belum diketemukan.

“Saya mewakili 15 ribu karyawan‎ AirAsia di Malaysia, Indonesia, Singapura, Philipina, India dan lain-lainnya. Semua berduka untuk seluruh korban. Semua berduka untuk Wismoyo Ari Prambudi. Kami juga memintakan doa untuk lima awak lainnya yang hingga kini belum ‎bisa ditemukan,” ujar Kamarudin.

Sedangkan ‎Bupati Klaten, Sunarna‎, dalam sambutannya di acara tersebut mengatakan tragedi AirAsia menjadi musibah besar dan menjadi duka bangsa, bukan hanya duka keluarga. Klaten sangat berduka karena salah satu warganya ikut menjadi korban dalam musibah tersebut.

Selain itu tampak hadir tetangga, kerabat, belasan kru AirAsia serta Wakil Bupati Klaten Sri Hartini yang melayat ke rumah duka. Wismoyo dimakamkan di TPU yang dekat dari rumah duka.

Semoga korban yang masih hilang akibat kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 segera diketemukan dan bagi keluarga korban diberi ketabahan dan keiklasan untuk menerimanya.